DetikNews
Rabu 19 September 2018, 20:47 WIB

Jasad Mak Anih Penghafal Alquran Tetap Utuh Saat Makamnya Dibongkar

Matius Alfons - detikNews
Jasad Mak Anih Penghafal Alquran Tetap Utuh Saat Makamnya Dibongkar Jasad Mak Anih (kanan) dan jasad Samsudin Foto: Matius Alfons/detikcom
Depok - Sebanyak 525 makam di Limo, Depok, dibongkar untuk dipindahkan karena terkena proyek jalan Tol Depok-Antasari (Desari). Saat makam-makam dibongkar, jasad Mak Anih yang semasa hidup dikenal sebagai penghafal Alquran tetap utuh.

Cerita ini dibenarkan oleh Nian Darmawan ketua koordinator pekerjaan pemindahan makam TPU Grogol. Dia mengatakan para penggali kubur dan warga sempat kaget karena sejumlah jasad ditemukan dalam kondisi utuh. Dua di antaranya adalah jasad Mak Anih dan Samsudin.

Pembongkaran makam Pembongkaran makam Foto: Matius Alfons/detikcom

"42 tahun meninggalnya (masih utuh) itu Mak Anih Iti, Ya semasa hidup dulunya itu guru ngaji lekar" kata Nian kepada Detikcom di TPU Grogol, Jl Pulo Mangga, Grogol, Limo, Depok, Rabu (19/9/2018).


Menurut Nian, semasa hidup Samsudin dan Mak Anih dikenal sebagai orang yang baik dan taat beribadah. Menurutnya, Mak Anih adalah seorang penghafal Alquran dan guru ngaji. Mak Anih menurutnya sudah dimakamkan sejak 42 tahun silam.

"Ya semasa hidup dulunya itu (Mak Anih) guru ngaji lekar, ngaji lekar itu ngajinya di rumah, istilahnya orang dulu ngaji kuping, jadi Alquran ditunjukkin tapi almarhum nggak baca hurufnya karena dia nggak bisa, cuma ngehafalin, jadi dibacain almarhum dengerin," ujarnya.

"Makanya orang dulu kalau hafal itu awet sampai sekarang. Karena nggak bisa baca Alquran, gurunya almarhum yang bacain, ya rata-rata ya buta huruf. Bahkan dia bisa ngajar ngaji walau gitu. Dia tapi ngajar ngaji nggak baca Alquran, karena dulu dapetnya juga seperti itu, orang Grogol bilang ngaji kuping," sambung Nian.

Selain Mak Anih, lanjut Nian, jasad Samsudin juga ditemukan masih utuh meski sudah dikubur sejak 22 tahun silam. Nian mengaku mengenal baik Samsudin karena rumahnya berdekatan. "Dulu semasa hidup satu RT sama saya, rumahnya beda 4 rumah dari saya," ucapnya.


Dia mengatakan, semasa hidup, Samsudin adalah sosok yang baik dan bermasyarakat. Samsudin menurutnya meninggal pada tahun 1996 karena kecelakaan. Saat itu Samsudin meninggalkan istrinya yang masih mengandung enam bulan.

Nian mengatakan proses pemindahan makam berjalan lancar tanpa penolakan dari masyarakat dan ahli waris. Dia mengatakan sosialisasi kepada warga sudah dilakukan dari waktu lama. Dari 525 makam, hingga siang tadi baru ada 165 makam yang dibongkar. Jasad yang diangkat disalatkan terlebih dahulu sebelum dipindah ke makam baru yang jaraknya sekitar 100 meter.
(hri/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed