DetikNews
Rabu 19 September 2018, 14:16 WIB

Menaker Minta Warga Tenang: WN China yang Viral di Bekasi Berizin

Isal Mawardi - detikNews
Menaker Minta Warga Tenang: WN China yang Viral di Bekasi Berizin Video diduga WN China mengukur tanah di Jatimulya, Bekasi (Foto: Screenshot video viral)
Bekasi - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri sudah tahu soal kabar pekerja proyek WN China di Bekasi yang rekaman videonya viral. Dia meminta jajarannya untuk meminta penjelasan dari kontraktor proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menaungi WN China tersebut.

"Saya sudah menugaskan Dirjen Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan Kesehatan Keselamatan Kerja untuk mengklarifikasi terhadap pihak Sinohydro selaku vendor perusahaan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung," kata Hanif saat ditemui di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, Jalan Guntur Raya nomor 1, Kayuringin, Bekasi, Rabu (19/9/2018).


Hasilnya, Hanif mendapatkan penjelasan pekerjaan yang dilakukan di daerah Jatimulya, Tambun Selatan, itu ialah mengukur tanah guna menentukan kekuatan fondasi konstruksi jalur kereta api. Hanif menjelaskan ketiga WN China yang terlibat dalam pengukuran di Jatimulya itu merupakan tenaga ahli.

Dia memastikan tenaga kerja asing (TKA) yang dilibatkan dalam proyek ini punya kelengkapan dokumen.

"Pekerjaan ini melibatkan tiga TKA yang merupakan tenaga ahli (yaitu) tenaga ahli geologist engineer, geodetic engineer, dan survey engineer. Artinya kalau dilihat dari jabatan ini, ini adalah TKA yang profesional dan kita cek memang sudah sesuai izin yang diterbitkan Kementerian Tenaga Kerja," ucap Hanif.


Hanif mengatakan video yang diambil pada Rabu (5/9) itu viral karena adanya kecurigaan warga terhadap pekerjaan yang dilakukan pekerja. Dia menyayangkan tenaga kerja pendamping yang ada di lokasi tak bisa memberi penjelasan kepada warga.

Selain itu, Hanif mengatakan di daerah Jatimulya tersebut proses pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung belum seutuhnya selesai. Hal ini membuat warga menjadi sensitif saat melihat ada pekerja proyek yang melakukan pengukuran tanpa disertai izin dan pemberitahuan.

Menaker saat mengunjungi Job Fair 2018 di BekasiMenaker saat mengunjungi Job Fair 2018 di Bekasi (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Hanif mengatakan Kemenaker akan meminta kontraktor proyek memberi sosialisasi kepada kepala daerah untuk menghindari kesalahpahaman di waktu depan. Dia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang.


"Nah kita minta agar pihak kereta api cepat agar bisa memberikan informasi pelaksanaan proyek kepala daerah seperti bupati atau wali kota serta di jalur-jalur yang dilalui. Sehingga diharapkan agar kepala desa sampai ketua RT juga mendapatkan informasi terkait pengerjaan proyek tersebut," ujar dia.

"Jadi minta masyarakat untuk tenang dan provokasi dengan isu-isu yang dilebih-lebihkan," sambung Hanif.

Sebelumnya diberitakan, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sudah meluruskan isu yang berkembang terkait pengerjaan proyek di Jatimulya oleh WN China ini. Mereka akan memastikan pengerjaan dilakukan sesuai prosedur yang ada.


Mereka akan memastikan semua pekerjaan lapangan akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dengan selalu berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait.

"Sebenarnya ini kan pekerjaan kontraktor ya. Kami akan koordinasikan dulu kepada pihak kontraktor apakah ada koordinasi atau belum, jika didapatkan hal belum koordinasi tentunya kami akan berikan teguran," ucap Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), Febrianto Wibowo, saat dihubungi, Rabu (19/9).
(jbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed