DetikNews
Selasa 18 September 2018, 20:29 WIB

Selain Jual Rumah, Novanto Juga Sibuk Nagih Utang

Faiq Hidayat - detikNews
Selain Jual Rumah, Novanto Juga Sibuk Nagih Utang Koruptor e-KTP Setya Novanto (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - KPK menyebut keluarga Setya Novanto akan menjual rumah di Cipete untuk membayar hukuman tambahan uang pengganti terkait perkara proyek e-KTP. Di sisi lain, Novanto mengaku sedang kesulitan menagih utang ke beberapa pihak.

"Kita lagi susah nih, nagih sana, nagih sini," ujar Novanto usai bersaksi sidang perkara proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Novanto sebenarnya sudah mencicil uang pengganti yang totalnya USD 7,3 juta itu. Novanto pernah menitipkan Rp 5 miliar ke KPK, kemudian mencicil USD 100 ribu, dan ditambah penyitaan KPK pada rekeningnya senilai Rp 1.116.624.197. Namun pembayaran itu belum cukup untuk melunasi hukuman uang penggantinya.

Untuk pidana pokoknya, dia divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Untuk pidana denda Rp 500 juta, Novanto sudah melunasinya.
Novanto mengalami kesulitan untuk melunasi uang pengganti itu karena sudah tidak memiliki jabatan apa pun. "Kalau sekarang teman-teman yang saya tagih, ada juga beberapa saya tagih aset mengalami kesulitan. Tentu lagi, coba teman-teman lagi susah diharapkan juga mengembalikan hal-hal," imbuh Novanto pagi hari ini.

Sebelumnya, istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, juga mendatangi KPK untuk mengurus aset-aset suaminya. Deisti berkoordinasi dengan Unit Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK berkaitan dengan pembayaran uang pengganti.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed