DetikNews
Selasa 18 September 2018, 19:35 WIB

Ponakan Novanto Akui Antar Duit e-KTP ke Anggota DPR

Faiq Hidayat - detikNews
Ponakan Novanto Akui Antar Duit e-KTP ke Anggota DPR Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dalam salah satu persidangan kasus korupsi e-KTP. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, menegaskan pengakuannya pernah menyerahkan langsung duit korupsi proyek e-KTP. Dia mengaku memberikan duit kepada tujuh anggota DPR.

Dalam persidangan, Irvanto menyebut tujuh orang itu adalah Melchias Markus Mekeng, Markus Nari, Chairuman Harahap, Ade Komarudin, Agun Gunadjar Sudarsa, Jafar Hafsah, dan Nurhayati Assegaf. Besaran uang yang diberikan berbeda-beda.

"Jadi semua itu ketemu sendiri? Serahkan langsung?" tanya ketua majelis hakim Yanto kepada Irvanto dalam persidangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

"Saya ketemu sendiri. Kecuali yang USD 500 (ribu) saya nitip ke anak Pak Chairuman," jawab Irvanto.




Berikut rincian duit yang dipaparkan Irvanto:
1. Melchias Markus Mekeng dan Markus Nari SGD 1 juta
2. Chairuman Harahap USD 1,5 juta
3. Ade Komarudin USD 700 ribu
4. Agun Gunandjar Sudarsa USD 1,5 juta
5. Jafar Hafsah USD 100 ribu
6. Nurhayati Assegaf USD 100 ribu

"Total semuanya gabungan dolar Singapura dan Amerika ada 4,9 juta," imbuh Irvanto.

Irvanto kemudian memerinci satu per satu saat mengirimkan uang itu. Untuk Melchias dan Markus, Irvanto memberikannya di ruangan Novanto, sedangkan jatah Chairuman diserahkannya di Hotel Mulia.

"Chairuman pertama titip ke anaknya USD 500 ribu dan kedua USD 1 juta langsung ketemu sendiri di Hotel Mulia sama Pak Oka (Made Oka Masagung/terdakwa lain dalam perkara e-KTP)," ujar Irvanto.

Lalu untuk Ade Komarudin, Irvanto mengaku memberikan langsung di ruangan politikus Partai Golkar itu. Sedangkan bagian Agun diberikan Irvanto di Senayan City dan kompleks DPR, Kalibata, Jakarta Selatan.

"Agun Gunanjar USD 500 ribu di Senayan City, untuk USD 1 juta diantarkan di rumahnya di Kalibata, kompleks DPR," tutur Irvanto.

"Jafar Hafsah, Pak Setnov (Setya Novanto) antar saya ke ruangan Pak Jafar. Bu Nurhayati saya diantarkan ke ruangannya," imbuh Irvanto.

Namun Made Oka, yang juga duduk sebagai terdakwa, mengaku tidak pernah mengantarkan uang langsung ke DPR. Jafar, yang dihadirkan sebagai saksi dalam perkara itu, pun membantah.




"Saya tidak terima, saya juga tidak kenal Irvanto," ucap Jafar.

Nama-nama yang disebut Irvanto itu sebelumnya juga membantah hal tersebut. Mereka juga sudah pernah diperiksa KPK di tingkat penyidikan dan hingga kini statusnya sebagai saksi.

Dalam perkara ini, Irvanto dan Made Oka didakwa turut melakukan korupsi proyek e-KTP. Keduanya juga disebut berperan sebagai perantara pembagian duit 'haram' dari proyek itu. Baik Irvanto maupun Made Oka disebut jaksa menerima uang yang ditujukan bagi Novanto.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed