DetikNews
Selasa 18 September 2018, 16:52 WIB

Gerindra DKI Tak Pernah Terima Arahan Kursi Wagub DKI untuk PKS

Elza Astari Retaduari - detikNews
Gerindra DKI Tak Pernah Terima Arahan Kursi Wagub DKI untuk PKS Syarif (Foto: dok. DPRD DKI Jakarta)
Jakarta - PKS mengingatkan soal komitmen Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait kursi Wagub DKI sepeninggal Sandiaga Uno. Gerindra DKI, yang mengusulkan M Taufik untuk mengisi posisi Wagub DKI, menyebut tegak lurus pada keputusan partai.

Adalah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) yang mengingatkan komitmen Prabowo soal Gerindra mendukung calon dari PKS sebagai pengganti Sandiaga Uno. Meski begitu, Gerindra DKI mengaku tidak mendapat arahan terkait komitmen tersebut.

"Kita hormati pendapat Ustaz HNW. Saya di DPD belum dapat arahan dan perintah soal ini. Menurut saya, seperti yang pernah saya sampaikan bahwa kesepakatan adalah ranah DPP atau Pak Ustaz HNW menyebutnya petinggi," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif saat dimintai konfirmasi, Selasa (18/9/2018).


Hingga sore ini, keputusan Gerindra belum berubah, yakni akan mengajukan M Taufik sebagai kandidat pengganti Sandiaga. Ketua DPD Gerindra DKI itu juga menolak mundur dari pencalonan meski PKS memintanya.

"Di DPD tetap belum berubah keputusan sebelum diputuskan DPP Gerindra. Tidak akan merepotkan, kita sudah terbiasa tegak lurus perintah apa pun," kata Syarif.

"Hanya, masalahnya, kita juga memahami sikap Pak Prabowo, selain dikenal sebagai orang yang (memegang) komitmen, juga seorang demokratis dan menjunjung tinggi peraturan," tambah Sekretaris Komisi A DPRD DKI itu.

Gerindra DKI tetap ingin agar pemilihan pendamping Anies Baswedan dilakukan lewat voting di DPRD DKI. Sedangkan PKS ingin pihaknya dan Gerindra satu suara dengan mengajukan calon dari PKS, sesuai dengan komitmen dari Prabowo Subianto.


Lantas bagaimana sikap Gerindra DKI bila Prabowo memerintahkan menyerahkan posisi Wagub DKI ke PKS?

"Kita DPD Gerindra DKI tegak lurus," jawab Syarif.

Seperti diketahui, Gerindra dan PKS sama-sama menginginkan posisi DKI-2 setelah Sandiaga Uno mundur karena maju pada Pilpres 2019 bersama Prabowo. PKS lalu 'menagih' komitmen Prabowo soal ini.

"Kami masih percaya bahwa Pak Prabowo memberikan komitmen yang pernah diberikan kepada PKS. Kesepahaman antara pimpinan tertinggi Gerindra dan PKS bahwa Gerindra kemudian akan mendukung calon dari PKS," kata Hidayat Nur Wahid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9).
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed