PSI Desak Anies Tolak M Taufik, Gerindra: Belajar Dulu

PSI Desak Anies Tolak M Taufik, Gerindra: Belajar Dulu

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 18 Sep 2018 12:07 WIB
PSI Desak Anies Tolak M Taufik, Gerindra: Belajar Dulu
Ketua DPP Gerindra Habiburokhman (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP PSI Tsamara Amany mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak M Taufik jadi wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno. Gerindra meminta PSI belajar memahami politik dan undang-undang terkait.

"Perlu di-underline. Pertama, soal status eks koruptor, kita melihatnya secara lengkap. Pak Taufik itu masuk Gerindra setelah beliau menjalani pidana penjara. Jadi bukan jadi kader Gerindra jadi koruptor, bukan, jauh," kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, Selasa (18/9/2018).

Habiburokhman mengatakan M Taufik jadi kader Gerindra setelah selesai menjalani hukuman penjara terkait korupsi logistik pemilu saat menjabat Ketua KPU DKI Jakarta. Hak politik Taufik pun, ditegaskan Habiburokhman, tak dicabut.





M Taufik dipenjara selama 1 tahun 6 bulan terkait korupsi tersebut. Taufik bisa menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta saat ini karena--menurut Habiburokhman--telah menjalani proses pemasyarakatan dengan baik.

"Hasil dari proses pemasyarakatan kan memang sempurnanya orang tersebut bisa berbaur, menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan bergabung kembali ke masyarakat," jelas Habiburokhman.

Taufik, disebut Habiburokhman, merupakan bukti nyata keberhasilan proses pemasyarakatan. Buktinya, lanjut dia, Taufik bisa menjadi elite politik dan punya jabatan strategis di DPRD DKI.

"Kita tahu bahwa setelah keluar penjara, beliau di posisi Wakil Ketua DPRD tidak ada satu kasus pun yang tersangkut ke beliau. Nggak ada," tegas Habiburokhman.





Habiburokhman meminta Tsamara dan PSI lebih banyak belajar politik serta undang-undang terkait sebelum mengkritik M Taufik. M Taufik, ditegaskan Habiburokhman, punya hak politik penuh, termasuk menduduki kursi DKI-2.

"Jadi kita juga harus belajar teman-teman PSI, itu ada UU Pemasyarakatan, kalau nggak salah tahun '95, bahwa targetnya itu, bagaimana orang-orang yang pernah bersalah pernah melakukan kesalahan, memperbaiki diri, dan bergabung kembali ke masyarakat dalam keadaan sudah baik," ujar dia.

"Kecuali untuk orang-orang yang secara permanen atau periodik dibatasi hak politiknya," imbuh Habiburokhman.

Keputusan presiden (keppres) terkait pemberhentian Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah diterima oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Gerindra DKI akan secara resmi mengajukan nama M Taufik sebagai pengganti Sandiaga ke DPP pekan depan.

"Jika Pak Anies masih memegang integritasnya, seharusnya sebagai gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat, beliau harus dengan tegas menolak usulan Gerindra tentang calon wakil gubernur mantan koruptor," kata Tsamara.



Saksikan juga video 'Gerindra Tak Nafsu Cari Pengganti Sandi, tapi Usulkan M Taufik':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads