Polisi Mulai Gelar Razia Preman

Polisi Mulai Gelar Razia Preman

- detikNews
Sabtu, 13 Agu 2005 01:31 WIB
Jakarta - Perintah Kapolri Jenderal Sutanto memberantas praktek premanisme mulai diterapkan. Seluruh jajaran Polsek yang berada di wilayah Polres Jaksel menggelar razia preman. Dalam pantauan detikcom di Polsek Kebayoran Lama misalnya, sedikitnya 6 preman terjaring dalam operasi ini. Mereka diciduk di Pasar dan Stasiun Kerata Api Kebayoran Lama, Jumat (12/8/2005) malam."Mereka diindikasikan sebagai preman, keenamnya tertangkap saat melakukan pemalakan (penodongan)," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Helmy Santika kepada wartawan di Mapolsek, Jumat (12/8/2005). Selain itu, polisi juga menangkap 2 orang yang tidak memiliki kartu identitas. "Yang tidak memiliki identitas sudah dikirim ke kecamatan, pihak kecamatan yang akan menangani," tambah Helmy. Dalam operasi tersebut Polsek Kebayoran Lama bekerja sama dengan tramtib dan koramil. Helmy mengakui sulit memproses lebih lanjut para tersangka preman. Sebab, umumnya susah ditangkap tangan sedang melakukan aksi premanisme. "Operasi yang digelar pihak kepolisian paling tidak akan membuat preman enggan melakukan aksinya," tandasnya. Operasi serupa juga digelar Polsek Kebayoran Baru di kawasan terminal dan pasar Blok M. "Yang dijadikan target yang meresahkan masyarakat, pak ogah, tukang palak, tukang todong, pengamen yang meminta dengan paksa," ujar Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Tanti Septyani kepada detikcom saat ditemui di pos polisi terminal Blok M, Jakarta Selatan.Menurut Tanti, daerah Blok M merupakan daerah utama yang rawan aksi premanisme di kawasan Kebayoran Baru. Beberapa preman, pengamen dan orang yang tidak memiliki identitas ditangkap dalam operasi tersebut.Dalam operasi tersebut Polsek Kebayoran Baru juga menangkap seorang penjual jamu yang juga menjual minuman keras. Barang bukti berupa 110 minuman keras seperti bir dan anggur kini disita di Polsek Kebayoran Baru. "Sekalian lah, minuman keras kan juga mendorong tindakan premanisme," tutur Tanti. Menurut informasi yang diperoleh detikcom, 10 dari 12 kecamatan di Jakarta Selatan digolongkan ke dalam daerah rawan aksi premanisme. Antara lain Kecamatan Setiabudi, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak, Jagakarsa, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, Pancoran dan Tebet. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads