detikNews
Jumat 14 September 2018, 17:39 WIB

Ini Alasan Polisi Tidak Tahan Nur Mahmudi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Ini Alasan Polisi Tidak Tahan Nur Mahmudi Eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Polisi tidak menahan eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka. Sebab, polisi menganggap Nur Mahmudi bersikap kooperatif.

"Subjektivitas penyidik ya dan tidak wajib (ditahan), tidak harus, tapi itu subjektivitas penyidik ya, yang bersangkutan kooperatif pada saat dimintai keterangan. Itu semua adalah kewenangan penyidik terhadap tersangka," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jumat (14/9/2018).


Argo menyebut polisi menggali keterangan soal kewenangan Nur Mahmudi dalam kasus korupsi Jalan Nangka. Ada 64 pertanyaan yang dilontarkan kepada Nur Mahmudi.

"(Pertanyaan) berkaitan dengan perizinan dan juga masalah proses anggaran seperti apa, garis besarnya seperti itu," ucap Argo.

Selanjutnya, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status kasus. Setelah itu, kasus bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Depok.

"Kemudian pemeriksaan itu nanti penyidik tentu akan gelar perkara lagi. Kan sudah ada sekitar 80-an saksi yang diperiksa, yaitu saksi ahli dan ada petunjuk yang didapatkan nanti akan kita cek kembali apakah masih ada keterangan saksi lain yang dimintai keterangan," ucap Argo.

"Seandainya sudah cukup, akan segera kita berkas, kita kirim ke kejaksaan," sambungnya.


Pemeriksaan Nur Mahmudi pada Kamis (13/9) kemarin berlangsung selama 14 jam lebih. Dia ditanya soal pengadaan tanah.

"Yang ditanyain terkait tuduhan Pasal 2 dan 3 (UU Tipikor), poin-poin yang dituduhkan soal pengadaan tanah di Jalan Nangka. Substansi pertanyaan terkait pengadaan soal tanah ya," kata kuasa hukum Nur Mahmudi, Iim Abdul Halim, Jumat (14/9).
(aik/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed