DetikNews
Jumat 14 September 2018, 13:42 WIB

PD Menilai Debat Capres Tak Wajib Sepenuhnya Berbahasa Indonesia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
PD Menilai Debat Capres Tak Wajib Sepenuhnya Berbahasa Indonesia Ketua DPP PD Jansen Sitindaon bersama Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Jansen Sitindaon (dok. Pribadi)
Jakarta - Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menggunakan bahasa Inggris. Partai Demokrat sebagai bagian dari koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga ikut angkat bicara.

Ketua DPP PD Jansen Sitidaon menyerahkan hal itu ke Komisi Pemilihan Umum. Sebab, KPU yang memiliki kewenangan menindaklanjuti usulan itu.



"Itukan usulan ya, jadi silakan saja KPU sebagai penyelenggara Pemilu mempertimbangkan," kata Jansen kepada wartawan, Jumat (14/9/2018).

Kendati demikian, ia tak mempermasalahkan jika debat bahasa Inggris itu direalisasikan. Menurut dia, debat tak harus menggunakan bahasa Indonesia.

Jansen mencontohkan debat Pilgub Jawa Timur. Saat itu, KPUD Jatim menggelar debat menggunakan bahasa Jawa dalam satu sesi debatnya.

"Pertanyaan dari panelisnya dibuat dalam bahasa Jawa, pembawa acaranya pun yang seorang presenter TV Nasional dari Jakarta juga harus berbahasa Jawa, dan Bu Khofifah serta Gus Ipul sebagai kontestan menjawab pertanyaan tersebut juga dengan bahasa Jawa," tutur Jansen.



"Dari kejadian ini artinya debat itu kan tidak harus sepenuhnya berbahasa Indonesia ya. Bisa juga dimasukkan bahasa lain sesuai kebutuhan pemilih. Dalam konteks Jatim mungkin ini untuk mengakomodir unsur kearifan lokal masyarakat di sana yang kesehariannya memang bertutur dengan bahasa," sambung dia.

Selain itu, menurut Jansen, usul debat bahasa Inggris juga bukan satu ide yang buruk. Apalagi, para kandidat juga kerap kali menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya.

"Ketika menyampaikan visi dan misi dan berbicara banyak menggunakan istilah-istilah bahasa Inggris. Jadi sekalian saja diformalkan ada satu sesi debat oleh KPU misalnya di sesi ketika bicara hubungan Internasional pakai bahasa Inggris," ujar Jansen.

Lagipula, kata Jansen, salah tugas presiden nantinya akan mewakili Indonesia dalam hubungan internasional. Hal itu membutuhkan kemampuan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.

"Tapi kita percayakanlah itu kepada KPU sebagai penyelenggara memutuskan mana baiknya," katanya.

Sebelumnya, koalisi Prabowo-Sandiaga mengusulkan format debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menggunakan bahasa Inggris. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, usulan itu bisa menjadi pertimbangan KPU.

"Boleh juga kali, ya. Ya, makanya hal-hal detail seperti ini perlu didiskusikan," kata Yandri seusai rapat sekjen di Posko Pemenangan PAN, Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Sementara itu perihal tentang pemakaian Bahasa Indonesia tertuang dalam undang-undang No 24 Tahun 2009 yang ditandatangani oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada Pasal 32 UU tersebut mewajibkan forum yang bersifat nasional memakai Bahasa Indonesia. Berikut kutipannya:

Pasal 32

(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia.

(2) Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum yang bersifat internasional di luar negeri.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ada 3 makna forum. Pertama adalah lembaga atau badan; wadah, kedua adalah sidang, dan ketiga yakni tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas.

Kemudian 'debat' dalam KBBI bermakna pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Dengan demikian jika debat termasuk dalam forum, maka debat capres-cawapres adalah forum yang bersifat nasional.


Debat Capres Berbahasa Inggris, Apa Kata OSO? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed