DetikNews
Jumat 14 September 2018, 11:33 WIB

Minta Iklan Jokowi Dicopot karena Mubazir, Fadli: Jangan-jangan Hoax

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minta Iklan Jokowi Dicopot karena Mubazir, Fadli: Jangan-jangan Hoax Foto: Fadli Zon. (Tsarina Maharani/detikcom).
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menjelaskan alasannya meminta iklan capaian kinerja pemerintah Presiden Joko Widodo di bioskop dicopot. Ada tiga alasan.

Pertama, menurut Fadli iklan yang menayangkan pembangunan bendungan di era Jokowi itu tidak pada tempatnya. Tak seharusnya, iklan itu ditayangkan di bioskop.

"Pertama iklan itu tidak pada tempatnya di tempatkan di bioskop ketika orang mau datang ke bioskop, bayangkan coba nanti kalau ada instansi-instansi yang lain melakukan hal yang sama berapa lama orang menunggu padahal mereka butuh hiburan," kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/9/2018).


Kedua, kata Fadli, iklan tersebut menghamburkan uang negara. Mengingat penayangan iklan di bioskop tidak gratis.

"Iklan ini pasti bayar dong, nggak mungkin gratis ya kan, itu kan mubazir untuk apa membayar iklan ke bioskop yang memang bioskop sudah mempunyai pendapatan ditonton juga lebih sedikit orang ketimbang misalnya, di medium yang lebih luas, jadi menurut saya itu mubazir," tutur Wakil Ketua Umum Gerindra itu.

Fadli menilai lebih baik anggaran untuk menayangkan iklan yang merupakan versi singkat dari video '2 Musim, 65 Bendungan' itu dialihkan untuk yang lain. Misalnya, untuk korban bencana alam di Lombok.

"Yang ketiga kok capaian-capaian itu harus di-verifikasi, bener atau tidak, jangan-jangan hoax, gitu kan, dari sisi substansinya kan dan sejumlah masalah juga atau klaim-klaim capaian tapi ternyata tidak sesuai apa yang menjadi kenyataan," ujarnya.


Di media sosial, iklan Pembangunan Bendungan yang diikuti dengan tagar MENUJUINDONESIAMAJU ramai dibahas, termasuk oleh Fadli Zon. Fadli meminta agar iklan itu dicopot.

Kemenkominfo sebagai penyedia iklan layanan masyarakat juga telah membenarkan memasang iklan tersebut. Kominfo membantah itu adalah kampanye.

"Iklan tersebut bukan kampanye Pak Jokowi. Iklan tersebut memang disiapkan oleh Kementerian Kominfo yang salah satu tugasnya sebagai Goverment Public Relation atau menjadi Humas Pemerintah," kata Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu (Nando) saat dihubungi, Rabu (12/9/2018).


Simak Juga 'Fadli Sebut Jokowi Gagal di Bidang Ekonomi':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed