DetikNews
Rabu 12 September 2018, 12:27 WIB

Diminta Jangan Diam, SBY akan Lebih Sering Bicara di Pemilu 2019

Indah Mutiara Kami - detikNews
Diminta Jangan Diam, SBY akan Lebih Sering Bicara di Pemilu 2019 SBY (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Presiden ke-6 RI, yang juga Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kerap diminta tidak diam saja. SBY lalu memberikan jawaban.

Jawaban itu disampaikan oleh SBY lewat Twitter, Rabu (12/9/2018). SBY merespons ratusan ribu ucapan selamat ulang tahun ke-69 yang disampaikan kepadanya. Dari sekian banyak pesan, ada tiga poin yang dicatat SBY, yaitu ucapan selamat, ucapan terima kasih atas 10 tahun kepemimpinan, dan 'SBY jangan diam saja'.

"Yang berterima kasih atas '10 tahun SBY', saya sampaikan bahwa semua yang saya lakukan dulu, adalah tugas dan kewajiban saya sebagai presiden. Yang saya lakukan dulu sebenarnya adalah bagian kecil dari yang dilakukan semua presiden sebelum saya, beserta pemerintahan yang dipimpinnya," ungkap SBY.



Terkait permintaan 'jangan diam saja', SBY mengaku selama ini ikut berpikir dan berkontribusi agar Indonesia makin maju. Sebagai pimpinan Partai Demokrat, sesekali dia juga menyampaikan pemikiran meskipun lalu disambut dengan pro dan kontra.

"Setiap saya sampaikan pernyataan, ada yang setuju dan dukung, namun ada yang menentang dan marah. Tapi itu risiko saya. Demokrasi kan begitu. Memang keluarga dan para sahabat saya sering tidak tega kalau saya 'di-bully' habis, gara-gara pandangan dan saran saya kepada pemerintah," paparnya.



SBY sadar, sebagai mantan presiden, tidak etis bila dia selalu berbicara. Namun dia juga punya kewajiban sebagai Ketum Partai Demokrat, apalagi pada Pemilu 2019.

"Sebagai mantan presiden tentu tidak etis 'tiap hari' berbicara, apalagi kalau bikin gaduh. Itu bukan karakter saya. Sering kali 'diam itu emas'. Nah, sebagai pemimpin partai politik, dalam keadaan tertentu saya mesti berbicara... secara terukur dan konstruktif. Ingat, 'speak is silver'," kata SBY.

"Dalam kampanye Pemilu 2019 ini, ijinkan saya untuk lebih sering berbicara, agar rakyat tahu apa yang akan Demokrat lakukan jika kelak dapat amanah," tutupnya.
(imk/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed