"Kebakaran di Gunung Sindoro sudah padam, 156 hektare hutan dan lahan terbakar di Gunung Sindoro," tulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di akun Twitter-nya, Senin (10/9/2018).
"Jalur pendakian masih ditutup. Petugas menutup jalur," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilarang mendaki untuk 1 Suronan ke puncak Gunung Sindoro. Api dapat menyala kembali karena cuaca kering dan angin kencang," tuturnya.
Sebelumnya, kawasan hutan di Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung terbakar. Jalur pendakian Gunung Sindoro ditutup di semua jalur.
Berdasarkan surat edaran dari Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Sabtu (8/9), semua jalur pendakian di Gunung Sindoro ditutup. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih parah serta keamanan para pendaki.
Dalam surat yang ditujukan ke semua pengelola jalur pendakian Gunung Sindoro ini, penutupan itu berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebakaran hutan ini mulai terjadi pada Jumat (7/9/2018) di area Perhutani Desa Canggal, Temanggung. Meski demikian, penyebab kebakaran hingga saat ini belum bisa diketahui.
Sementara itu, Sutopo mengatakan kebakaran lahan di area Gunung Lawu, Jawa Tengah, masih terjadi. Saat ini, 200 pendaki telah dievakuasi dan jalur pendakian ditutup.
"Sebanyak 200 pendaki Gunung Lawu telah dievakuasi turun dengan selamat. Jalur pendakian Gunung Lawu ditutup," ucapnya. (dwia/haf)











































