DetikNews
Minggu 09 September 2018, 14:14 WIB

Jokowi Bertolak ke Korea dan Vietnam Bahas Kerjasama Ekonomi

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Bertolak ke Korea dan Vietnam Bahas Kerjasama Ekonomi Foto: Kris - Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke dua negara, yakni Korea Selatan dan Vietnam. Jokowi hendak membahas kerjasama bidang ekonomi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, Jokowi memulai kunjungan kenegaraan ke Seoul, Korea Selatan. Jokowi yang ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo, bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 12.20 WIB, Minggu (9/9).

"Kunjungan ke Seoul merupakan kunjungan balasan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In ke Indonesia pada tahun 2017 lalu. Kunjungan ini juga bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan, di mana kedua negara telah memiliki Special Strategic Partnership," kata Bey dala keterangan tertulisnya, Minggu (9/9/2018).


Di Seoul, kata Bey, Jokowi akan membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. "Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, menjadi semakin penting artinya bagi Indonesia dan Korea Selatan untuk menguatkan kerja sama ekonomi," katanya.

Selain itu, peningkatan kerja sama investasi dan perdagangan juga akan menjadi fokus pembahasan antara Presiden Jokowi dan Presiden Moon.

Usai dari Seoul, pada tanggal 11 September 2018 nanti, Jokowi melanjutkan perjalanan ke Hanoi, Vietnam. Bey mengatakan, selain melakukan kunjungan kenegaraan, Jokowi juga akan menjadi pembicara dalam World Economic Forum on ASEAN dengan tema Entrepreneurship and the Fourth Industrial Revolution.

Jokowi Bertolak ke Korea dan Vietnam Bahas Kerjasama EkonomiFoto: Kris - Biro Pers Setpres

"Indonesia dan Vietnam merupakan dua negara dengan populasi terbesar nomor 1 dan 3 di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus dan potensi pasar yang besar. Investasi Indonesia di Vietnam tidak sedikit dan diperkirakan akan terus berkembang," jelas Bey.

"Oleh karena itu, pembicaraan Presiden dengan Perdana Menteri Vietnam akan berfokus pada kerja sama ekonomi, yaitu pengembangan perdagangan dan investasi," tambahnya.

Bey menambahkan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi telah lebih dulu berada di Seoul untuk mempersiapkan kedatangan Jokowi. "Setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dan Vietnam, Presiden diagendakan untuk tiba kembali di Jakarta pada Rabu, 12 September 2018," kata Bey.


Keberangkatan Jokowi dan Iriana menuju Seoul, Korea Selatan, dilepas oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Irjen TNI Letjen TNI Herindra.

Sementara itu, turut mendampingi Jokowi dalam penerbangan ke Seoul yakni, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.
(jor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed