PAN Jambi Akui Terima 2 Ambulans dari Zumi Zola

Ferdi Almunanda - detikNews
Minggu, 09 Sep 2018 11:59 WIB
Zumi Zola. Foto: Ari Saputra
Jambi - Aliran dana gratifikasi Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola disebut-sebut masuk ke DPD PAN Kota Jambi dari seorang kontraktor bernama Muhamad Imanudin alias Iim. Mulai dari biaya tiket pesawat dan penginapan untuk pengurus DPD PAN Kota dalam pelantikan Zumi di Jakarta, serta biaya uang sewa kantor dan dua unit ambulance.

Sekretaris DPD PAN Kota Jambi, Widodo mengaku tidak pernah menerima ataupun meminta apapun itu sejumlah fasilitas oleh seorang kontraktor bernama M Imanudin alias Iim. Namun ia juga tidak membantah adanya bantuan dua unit ambulans serta biaya sewa kantor yang diberikan Zumi Zola ke DPD PAN Kota Jambi.



"Partai Amanat Nasional (PAN) tidak pernah meminta dalam arti kata pribadi dari Zumi apapun itu. Nah di sini pun kami (DPD PAN) tidak pernah tahu apa itu uang gratifikasi selama ini," ujarnya saat ditemui langsung oleh detikcom di Rumah PAN Kota Jambi, Minggu (9/9/2018)

Widodo juga membenarkan adanya bantuan 2 unit ambulans dan biaya sewa kantor yang diberikan Zumi ke DPD PAN Kota Jambi. Namun itu diakuinya pemberian oleh Zumi Zola secara langsung bukan karena keinginan Zumi yang meminta adiknya Laza maju sebagai calon Wali Kota Jambi.

"Iya betul kalau 2 unit ambulance itu diberikan. Itu diberikan pada saat pelantikan pengurus DPD PAN Kota Jambi tahun 2016 silam. Namun kita tidak pernah tahu uang itu dari mana, yang jelas kita hanya berpikiran positif, jika uang itu dari keluarga. Karena kita tahu orang tua Zola dan Laza adalah mantan Gubernur Jambi juga," terang Widodo

"Kalau masalah maju Laza tadi, itu kita secara kepartaian dari rapat kerja daerah (Rakerda). Kesepakatan seluruh DPC PAN untuk mengusung pak Laza maju itu hasil dari Rakerda," sambungnya.



Ia juga menyebutkan bahwa kasus yang menyeret-nyeret nama partai PAN dalam kasus Zola tidak mempengaruhi PAN ke depannya dalam pesta demokrasi tahun depan.

"Saya rasa tidak ya. Kenapa saya bilang tidak, karena partai PAN selama ini sudah sering merasakan pasang surut, serta gelombang permasalahan dari partai," tukasnya.

Sementara itu diwawancara terpisah, aktivis Jambi Saiful Roswandi meminta kepada KPK agar dapat menuntaskan kasus yang ada di Jambi, mulai dari Gubernur non aktif Zumi Zola serta anggota dewan dan beberapa OPD serta partai politik yang disebut-sebut juga menerima uang dari hasil gratifikasi Zumi Zola.

Tidak hanya itu. Zumi Zola juga diminta mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Jambi agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

"Jika dia dapat berjiwa satria, saya harap sebagai anak muda kita yakin dia cukup kuat untuk itu. Hadapi proses hukum ini dengan full. Buktikan jika dia (Zola) cinta Jambi dengan meletakkan jabatan, sehingga PLT Jambi bisa full bekerja dengan posisi defenitif melanjutkan pembangunan dan program-programnya,'' ujar pria yang kerap disapa bang Ros itu.

Ia juga meminta agar kedepan masyarakat Jambi dapat lebih pintar dalam memilih pemimpin bukan hanya bermodal tampang tanpa melihat kompetensi dan melihat kemampuan, yang mana dapat berimbas nantinya kepada masyarakat sendiri.

"Sudah 3 tahun ini berjalan, tidak satupun yang dapat kita nikmati sampai saat ini. Serapan anggaran masih minim, pembangunan juga tidak berjalan, yang rugi masyarakat. Oleh karena itu pelajaran buat masyarakat Jambi kedepan agar dapat objektif, kritis dan jeli untuk memilih partai politik," tukasnya.

Sebelumnya, Zumi Zola didakwa menerima gratifikasi dengan total nilai Rp 44 miliar dan mobil Toyota Alphard. Gratifikasi itu disebut diterima Zumi sejak dia menjabat sebagai Gubernur Jambi. Selain itu, dia juga didakwa menyetor Rp 16,490 miliar ke DPRD Jambi untuk mempermulus pengesahan Rancangan Perda APBD Jambi tahun 2017-2018. (bag/tor)