DetikNews
Jumat 07 September 2018, 21:11 WIB

MPR: Perlu Keterlibatan Semua Pihak untuk Minimalisir SARA

Moch Prima Fauzi - detikNews
MPR: Perlu Keterlibatan Semua Pihak untuk Minimalisir SARA Foto: MPR
Jakarta - Isu SARA makin marak menjelang pemilihan presiden. Untuk itu Anggota MPR dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengatakan perlu keterlibatan semua pihak untuk meminimalisirnya.

"Karena itu perlu keterlibatan semua pihak untuk menjaga dan meminimalisir isu-isu SARA," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/9/2018).

Ia mencontohkan dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat, isu SARA tetap ada dan terjadi. Menurutnya, kemenangan Trump tidak lepas dari isu SARA karena gereja dan pendeta turun langsung secara door to door.



Ia mengungkap, gereja mendukung Trump karena Hillary Clinton berjanji akan menyetujui UU perkawinan sejenis yang membuat warga beragama Kristen khawatir dengan kebijakan Hillary tersebut.

"Itu adalah SARA juga. Efektivitas isu SARA tidak dapat dikesampingkan," kata Syaifullah.



Sementara pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan ancaman politisi SARA jauh lebih berbahaya dibanding politik uang. Politik uang akan berhenti atau hanya dilokalisir di daerah politik uang itu terjadi. Misalnya politik uang yang terjadi di Jakarta maka tak akan berefek di Jawa Barat, Jawa Tengah atau Jawa Timur.

"Efek politik uang bisa dilokalisir. Artinya, bangsa tidak retak karena politik uang," katanya.

Sementara itu politisasi SARA bisa berdampak ke daerah-daerah lain dan dapat memecah belah masyarakat.

"Ini berbahaya. Karena itu politisasi SARA jauh lebih berbahaya dibanding politik uang," tegasnya.

Ia menyayangkan politisasi SARA tidak menjadi perhatian dalam UU Pemilu karena isu SARA dianggap bukan sebagai ancaman.

Ray mengatakan dalam UU Pemilu hanya ada satu pasal tentang larangan penggunaan isu SARA dalam kampanye pemilu. Sanksinya pun ringan, hanya hukuman satu tahun penjara atau denda Rp 1,5 juta.

Baik Ray maupun Syaifullah hadir dalam diskusi Empat Pilar MPR kerja sama Koordinatoriat Wartawan Parlemen dengan MPR mengambil tema "Pemilu dan Kebhinnekaan" di Ruang Media Center Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.


(mul/mpr)
mpr
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed