DetikNews
Jumat 07 September 2018, 18:58 WIB

Dahnil Anzar: Tagar 2019GantiPresiden Kreativitas Narasi Politik

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Dahnil Anzar: Tagar 2019GantiPresiden Kreativitas Narasi Politik Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut gerakan tanda pagar alias tagar (hashtag) 2019GantiPresiden sebagai kreativitas dalam narasi politik. Dia menilai pihak yang menyebut gerakan tersebut makar karena tak mampu melawan kreativitas narasi tersebut.

"Dalam politik saya pikir butuh kreativitas naratif. Jadi bagi saya politik itu adalah kreativitas memproduksi narasi. Selama narasi itu tidak melanggar konstitusi tidak melanggar aturan, tidak masalah," ujar Dahnil di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).


Dahnil tidak masalah dengan berbagai hashtag yang muncul jelang Pilpres 2019. Menurutnya, selama tak ada aturan yang dilanggar maka tak perlu dipermasalahkan.

"Jadi mau hashtag 2019TetapJokowi, mau hashtag 2019GantiPresiden, atau Prabowo-Sandi, ya silakan selama tidak ada aturan yang dilanggar ya tidak ada masalah," katanya.


Dahnil memandang politisi yang mampu memproduksi narasi politik merupakan politisi yang maju. Karena menurutnya, kontestasi politik adalah kontestasi narasi dan argumentasi.

"Jadi ada yang perlu dikritik 2019GantiPresiden itu tadi, saya sebut ada kecenderungan narasi yang anarkistik, itu yang harus dihindari. Tapi kalau melarang, ada yang menyebut itu makar, itu saya pikir orang yang menyebut itu makar dia tidak mampu memproduksi untuk melawan hashtag itu," imbuhnya.
(nvl/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed