Tjahjo Apresiasi Parpol Percepat PAW Anggota DPRD Malang Tersangka

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 06 Sep 2018 17:35 WIB
Foto: Mendagri Tjahjo Kumolo. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi 41 anggota DPRD Kota Malang tersangkut korupsi massal dipercepat. Mendagri Tjahjo Kumolo mengapresiasi pimpinan partai politik di Jatim yang bersedia mengganti kadernya walaupun belum berkekuatan hukum tetap.

"Saya dengar sudah dirapatkan dengan gubernur, sudah mengundang partai-partai di Jawa timur untuk membahas PAW-nya. Walaupun belum diputus pengadilan tapi kan mereka juga ditahan. Kami apresiasi partai yang masih mem-PAW-kan meski belum berkekuatan hukum tetap," kata Tjahjo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2018).


Tjahjo berharap persoalan ini tak lagi terjadi di kemudian hari. Ia meminta setiap kepala daerah dapat berdiskusi dengan KPK untuk menerapkan sistem pencegahan korupsi yang optimal.

"Kalau pengawasan dari orang ya susahlah. Gubernur kami ajak berdiskusi dengan KPK untuk pencegahan agar gubernur itu tahu apa yang dimaui KPK. Pencegahannya bagaimana, area rawan korupsi bagaimana, OTT itu bagaimana kemudian membangun e-government gimana," katanya.

KPK sebelumnya menetapkan 41 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap dan gratifikasi pembahasan APBD-perubahan tahun 2015. Total nilai suap dan gratifikasi yang diberikan Wali Kota non aktif Moch Anton sebesar Rp 5,8 miliar.

Untuk mencegah kekosongan dalam DPRD, pemerintah kemudian mempercepat PAW bagi 41 anggota DPRD tersebut. Percepatan PAW itu merupakan hasil keputusan dari semua parpol dan Plt Wali Kota Malang.


Pengurusan syarat administrasi dilakukan satu atap di kantor dewan mulai hari ini. Rencananya, pelantikan akan digelar Senin (10/9) pekan depan.

"Dari hasil keputusan dari pertemuan semua parpol dan Plt Wali Kota Malang, menyepakati adanya percepatan PAW. Mulai hari ini, pengurusan syarat administrasi dilakukan di DPRD," ungkap Plt pimpinan DPRD Kota Malang Abdulrachman kepada detikcom, Kamis (6/9).

(mae/idh)