Belum Ada Protes dari Malaysia Soal Kabut Asap
Kamis, 11 Agu 2005 06:43 WIB
Pekanbaru - Ribuan hektar lahan eks HPH di kawasan bergambut terbakar di Riau. Asapnya sudah merambah ke Malaysia dan sudah mengganggu aktivitas masyarakat di sana. Kendati demikian belum ada protes resmi dari Malaysia ke Pemerintah Provinsi Riau."Kabarnya sih, asap dari Riau sudah sampai ke Malaysia. Tapi sejauh ini kita belum menerima komplain resmi dari pemerintahan Malaysia. Kita pun tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan apinya," kata Kepala Bapedal Provinsi Riau, Khairul Zainal kepada detikcom, Kamis (11/8/2005).Meskipun hingga kini Malaysia belum komplain atas kiriman asap dari Riau, bukan berarti pihaknya berdiam diri. Malah sebenarnya, kata Khairul dengan kondisi kebakaran hutan yang terjadi saat ini pemerintah daerah Riau yang paling dirugikan. Selain kabut asap, masyarakat juga terancam berbagai penyakit. "Ini belum lagi kita hitung dari kerugian lingkungannya," kata Khairul. Sebenarnya negara tetangga itu, kata Khairul dalam pertemuan di Singapura telah menawarkan kerjasama untuk pemadaman kebakaran lahan. Namun, terwujudnya kerjasama tersebut tergantung dari kesepakatan di tingkat pemerintah pusat. Ribuan hektar lahan yang terbakar sebagian besar berupa lahan gambut eks HPH yang berada sedikitnya di lima kabupaten. Kebakaran lahan memang meningkat melintasi sepanjang Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir hingga Minas, Kabupaten Siak. "Upaya pemadaman terus dilakukan tetapi keterbatasan akses menuju titik api menyulitkan regu pemadam," katanya.Kini pihaknya sudah menurukan 19 tim pemadam kebakaran terdiri masing-masing 12-15 orang. Tim ini juga dibantu pemadam kebakaran dari sejumlah perusahaan-perusahaan besar yang bergerak bidang pemanfaatan kayu. Khairul menjelaskan, rata-rata kebakaran terjadi sekitar 10-15 kilometer dari jalan besar akses utama. Sedangkan akses jalan tikus yang menuju ke lokasi kebakaran juga tidak luput dari api. "Ini sebabnya, kita juga kesulitan untuk menuju akses titik api ke tengah hutan," tuturnya.Kebakaran yang tengah melanda Riau saat ini, jelas Khairul, merupakan unsur kesengajaan dari masyarakat yang mempercepat pembersihan lahan untuk segera ditanami dengan cara membakar. Cara ini memang lebih mudah dan tidak mengeluarkan biaya yang banyak. "Persoalannya cara-cara demikian sudah kita larang karena akan merusak lingkungan," kata Khairul.
(mar/)











































