DetikNews
Rabu 05 September 2018, 18:38 WIB

Cegah Kasus Meliana Terulang, Polisi Gelar Deklarasi Kebangsaan

Audrey Santoso - detikNews
Cegah Kasus Meliana Terulang, Polisi Gelar Deklarasi Kebangsaan Acara Deklarasi Kebangsaan digelar di Tanjung Balai untuk merajut kebinekaan pascavonis Meliana (Foto: Dok. Polres Tanjung Balai)
Jakarta - Polres Tanjung Balai menggelar Deklarasi Kebangsaan. Kegiatan ini ditujukan untuk menyejukkan suasana sosial di Tanjung Balai pascavonis Meliana, perempuan yang mengeluhkan kerasnya volume azan.

"Dilaksanaan Deklarasi Kebangsaan bersama warga Kota Tanjung Balai dalam rangka mewujudkan keharmonisan kehidupan berbangsa," kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Irfan Rifai dalam keterangan tertulis, Rabu (5/9/2018).


"Giat berkaitan menyikapi pascavonis persidangan Meliana, terdakwa penistaan agama yang terjadi pada tanggal 29 Juli 2016 di Kota Tanjung Balai," lanjut Irfan.

Kegiatan ini mengusung tema 'Dengan Semangat Demokrasi Mari Merajut Keberagaman Lintas Agama, Etnis, Suku guna Terciptanya Stabilitas Kamtibmas Kota Tanjung Balai dan Negara Kesatuan Republik Indonesia'. Acara digelar di Gedung Olahraga Wira Satya Polres Tanjung Balai, Senin (3/9) kemarin.

Irfan menyampaikan jajaran bhabinkamtimas dan babinsa selalu bersiaga untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Tanjung Balai.


"Agar Kota Tanjung Balai tetap keamanannya, tetap kondusif dan kami meminta agar Pemerintah Kota Tanjung Balai turut serta ikut untuk menciptakan Kota Tanjung Balai yang harmonis dalam umat beragama," tutur Irfan.

Cegah Kasus Meliana Terulang, Polisi Gelar Deklarasi KebangsaanFoto: Dok. Polres Tanjung Balai

Pimpinan Pengurus Besar Al-Wasliyah Tanjung Balai, Ustaz Bustami, yang juga hadir dalam deklarasi tersebut mengajak masyarakat menerima keputusan hakim dan mengingatkan masyarakat tentang persatuan serta kedamaian di Tanjung Balai.

"Vonis terhadap Saudari Meliana oleh hakim Pengadilan Negeri Kota Medan, mari kita terima karena itu merupakan keputusan yang sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Dan mari kita jaga persatuan dan kesatuan agar Tanjung Balai kita tetap aman dan damai," ujar Bustami.


Tertulis dalam keterangan, beberapa tokoh agama juga menyerukan hal serupa, antara lain tokoh Tionghoa setempat Hakim Tjoa Kien Lie, tokoh Nasrani Pendeta J Gultom, tokoh Katolik Pastor Tharsius dan tokoh agama lainnya.

"Mari kita wujudkan deklarasi damai ini dengan baik. Kami dari etnis Tionghoa meminta agar tetap kita jalin komunikasi yang baik," ucap Hakim Tjoa Kien Lie.

Deklarasi ini juga dihadiri Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial beserta wakilnya Ismail Marpaung, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjung Balai Leiden Butar-butar, Dandim 0208/As Letkol Arm Suhono, Danlanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Ropitno, Kajari Tanjung Balai Asahan Zullikar Tanjung, dan Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Asahan Vera Yetti Magdalena.
(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed