Koruptor e-KTP Sugiarto Lunasi Uang Pengganti USD 450 Ribu

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 05 Sep 2018 12:35 WIB
Gedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Terpidana korupsi e-KTP Sugiarto melunasi denda dan uang pengganti dari vonis yang didapatnya. Total yang duit yang dibayarkannya Rp 460 juta dan USD 450 ribu.

"Terpidana Sugiarto telah menyelesaikan kewajibann membayar lunas uang pengganti sebesar Rp 460 juta dan USD 450 ribu," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (5/9/2018).




Selain itu, ada sejumlah terpidana lain yang membayarkan denda atau uang pengganti. Berikut daftarnya:

- Hasil penyetoran uang rampasan negara dari perkara terpidana Antonius Tonny Budiono (eks Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub) yang berada di:

a. Bank Bukopin senilai Rp 2.164.855.420,82
b. Bank Mandiri senilai Rp 7.813.786.089,75

Total penyelamatan keuangan negara dari barang uang rampasan terpidana Antonius Tonny Budiono sebesar Rp 9.978.641.510,57.

- Hasil penyetoran uang rampasan negara terpidana Sudiwardono (eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado):

a. Rp 556.453.000
b. SGD 63.000

-Hasil penyetoran uang pengganti terpidana Anang Sugiana Sudihardjo (eks Dirut PT Quadra Solution dalam kasus e-KTP) sebagai pembayaran bertahap sebesar Rp 500.000.000.

-Terpidana Donny Witono (Direktur Utama PT Menara Agung Pustaka dalam kasus suap Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif) membayar denda sebesar Rp 50.000.000.

Total nilai pengembalian yang diterima KPK Rp 11,5 miliar, USD 450 ribu, dan SGD 63.000. KPK menyatakan asset recovery merupakan upaya mengembalikan duit yang pernah dicuri tersebut kepada negara.

"Hal ini merupakan bagian dari upaya memaksimalkan asset recovery dalam penanganan kasus korupsi. Disetorkannya uang pengganti dan rampasan tersebut ke kas negara diharapkan menjadi pesan bahwa uang yang pernah dicuri oleh para pelaku korupsi harus kembali kepada negara dan digunakan untuk kepentingan masyarakat," kata Febri. (haf/fdn)