DetikNews
Rabu 05 September 2018, 12:32 WIB

Jenguk Meliana Pengeluh Volume Azan di LP, PSI: Dia Terus Menangis

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jenguk Meliana Pengeluh Volume Azan di LP, PSI: Dia Terus Menangis Meliana, pengeluh volume azan (Septianda Perdana/Antara Foto)
Jakarta - Sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjenguk terpidana kasus penistaan agama Meliana di Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Meliana masih bersedih dan terus menangis di dalam bui.

"Kami tadi mengunjungi Ibu Meliana didampingi penasihat hukumnya dan suaminya. Kondisi Ibu Meliana menyedihkan, terus menangis, tadi cerita kronologinya, menangis terus. Kami jadi terenyuh," kata Wakil Sekjen PSI Danik Eka Rahmaningtyas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/9/2018).


Danik datang ke LP Tanjung Gusta bersama Habib Muannas Alaidid, Surya Tjandra, Heriyanto, dan Mohamad Guntur Romli, didampingi anggota tim penasihat hukum Meliana, Josua Fernandus Rumahorbo. Danik mengatakan tujuannya membesuk adalah menguatkan Meliana agar tabah menghadapi proses hukumnya.

"Kami datang untuk menguatkan Ibu Meliana. Kami juga menyampaikan di hadapan suami dan anak bungsunya yang tadi hadir, bahwa mereka tidak sendirian. Banyak yang mendukung Ibu Meliana agar mendapatkan keadilan dan kasus ini tidak boleh terulang lagi di masa depan," jelasnya.
Jenguk Meliana Pengeluh Volume Azan di LP, PSI: Dia Terus MenangisSurat Meliana dari bui (Foto: dok. istimewa)


Dalam kesempatan itu, Meliana menitipkan surat sebagai tanda ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikannya. Lewat surat itu Meliana mengaku masih menunggu keadilan.

"Tadi Ibu Meliana juga tulis surat yang berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang membantunya selama ini, dan dia masih menunggu keadilan," ucapnya.
Jenguk Meliana Pengeluh Volume Azan di LP, PSI: Dia Terus MenangisPSI menjenguk Meliana di bui (Foto: dok. istimewa)

Meliana dinyatakan bersalah menistakan agama oleh PN Medan. Dia dijatuhi hukuman 18 bulan bui karena mengeluhkan volume azan di masjid sekitar rumahnya pada 2016. Akibatnya, rumah Meliana dirusak warga.

Meliana ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya berlanjut ke meja hijau. Hakim akhirnya menjatuhkan vonis kepada Meliana yang sudah sesuai tuntutan jaksa penuntut umum.

Meliana sendiri menegaskan tidak pernah berniat menjelek-jelekkan agama lain. Hal itu dia sampaikan saat membacakan pleidoi yang ditulis tangan di selembar kertas pada 13 Agustus 2018.

"Saya tidak bersalah karena saya tidak pernah melakukan itu. Saya hanya berbicara spontan saja kepada teman saya, Kak Uwok. Tidak ada maksud menjelek-jelekkan agama orang lain karena saudara saya pun ada yang beragama Islam," demikian penggalan pleidoi Meliana.



Saksikan juga video 'Meiliana Divonis 18 Bulan, DPR: Islam Harus Arif dan Bijaksana':

[Gambas:Video 20detik]

Jenguk Meliana Pengeluh Volume Azan di LP, PSI: Dia Terus Menangis




(ams/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed