DetikNews
Rabu 05 September 2018, 10:55 WIB

Bantah Terima Suap, Hakim Merry Purba: Saya Bukan Pemain

Haris Fadhil - detikNews
Bantah Terima Suap, Hakim Merry Purba: Saya Bukan Pemain Tersangka suap hakim PN Medan Merry Purba menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK, Rabu (5/9/2018). (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Hakim ad hoc Tipikor PN Medan, Merry Purba, mengaku tak pernah menerima duit suap terkait perkara yang ditanganinya. Dia mengaku dijebak hingga menjadi tersangka kasus dugaan suap dari pengusaha Tamin Sukardi.

"Saya hanya berdoa kepada Tuhan, bukakan hati orang-orang yang menjebak dan mengorbankan saya dengan mengatakan uang ada di meja saya. Tolong ya kepada Bapak Ketua PN Medan, saya tidak tahu ada apa di sini. Saya tanya ke Pak Sontan juga (hakim Sontan Merauke), ke Pak Wakil juga yang di sebelahku, kami sama-sama mengadili di situ. Saya bukan pemain. Saya tidak tahu apa ini semua sampai ada uang sejumlah itu," kata Merry sambil terisak di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2018).

Dia mengaku tak tahu soal duit yang disebut ditemukan di mejanya. Menurutnya, dia tak pernah menerima uang yang ditemukan itu.




"Kalau ada katanya keberadaan uang di meja saya, meja saya itu selalu terbuka, selalu terbuka dan tidak pernah tertutup. Saya tidak pernah terima apa pun. Kalau mau jujur, saya mohon kepada penyidik KPK dengan segala kerendahan hati saya, tolong diselidiki CCTV siapa-siapa yang masuk ke ruangan saya," ucapnya.

"Meja saya itu terbuka, tidak pernah terkunci. Kalau saya terima uang tanggal 25 (Agustus 2018) itu, itu Sabtu. Hari Sabtu kan pere (libur). Apa saya sebodoh itu masuk ke kantor? Coba lihat CCTV. Apa itu mungkin saya bawa? Dari mana? Baru masukkan ke laci, kan tidak masuk akal. Itu membingungkan saya selama ini," sambungnya.

Merry juga menjelaskan soal keberadaan mobilnya pada 25 Agustus 2018, yang disebutnya dipertanyakan penyidik KPK. Menurut Merry, mobil itu sedang dipinjam oleh keluarganya.

Dia merasa dikorbankan dalam kasus ini. Menurutnya, dia sama sekali tak tahu dugaan suap tersebut.




"Saya mohon kepada yang mengaitkan saya dengan perkara ini, tolong berkata jujur. Jangan aku dikorbankan, mentang-mentang saya ini hakim ad hoc tidak ada pembela di Mahkamah Agung. Putusan saya berbeda, kenapa kok saya bisa dikorbankan. Ada apa ini, itu pertanyaan saya selama beberapa hari," ucap Merry.

Perkara ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK di Medan pada Selasa (28/8). Saat itu ada delapan orang yang diamankan KPK, termasuk empat hakim, yakni Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim PN Medan Sontan Merauke, dan hakim ad hoc Tipikor Medan Merry Purba.

Setelah melakukan pemeriksaan, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Merry Purba dan panitera pengganti Helpandi sebagai tersangka yang diduga menerima suap. Sedangkan tersangka pemberi ialah pengusaha Tamin Sukardi dan orang kepercayaannya, Hadi Setiawan.

Tamin diduga memberi total duit SGD 280 ribu ini terkait dengan vonis perkaranya di PN Medan pada Senin (27/8). Kasus Tamin di PN Medan itu disidangkan oleh Merry Purba.



Saksikan juga video 'Hakim Terkena OTT KPK Lagi, Jatuhkan Nama MA':

[Gambas:Video 20detik]

Bantah Terima Suap, Hakim Merry Purba: Saya Bukan Pemain

(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed