detikNews
Selasa 04 September 2018, 17:49 WIB

Cerita Bripka Yan Lulus Uji SIM C Walau Kaki Menapak Jalan

Isal Mawardi - detikNews
Cerita Bripka Yan Lulus Uji SIM C Walau Kaki Menapak Jalan Foto: dok. Istimewa
Bekasi - Surat izin mengemudi (SIM) wajib dimiliki setiap warga yang telah memenuhi syarat. Bagaimana jika pemohon adalah anggota polisi?

Bripka Yan Pratama Diharjo adalah salah satu polisi yang mengikuti uji SIM C (untuk motor). Sama seperti warga lainnya, Yan mengikuti tahapan demi tahapan dalam rangkaian permohonan SIM baru.

Yan sebelumnya pernah memiliki SIM. Namun Yan harus memohon SIM baru karena rupanya masa berlaku SIM-nya itu telah habis.

"Itu bikin baru, ternyata (sudah tidak berlaku) lebih beberapa bulan. Ya sudah bikin baru akhirnya," kata Yan saat ditemui detikcom di kantornya, Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (4/9/2018).

Yan mengikuti tes pada Rabu (29/8) lalu. Yan mengaku mengikuti tes sesuai prosedur, dari pendaftaran hingga tes teori dan uji praktik.

"Daftar, fotokopi, persiapan di sini. Tes tulis juga saya," katanya.


Yan dinyatakan lulus dalam tes tersebut. SIM pun keluar saat itu juga.

"Puji Tuhan nilai saya 26 (tes teori), terus lanjut ke praktik langsung dalam sehari," ungkapnya.

Dan Yan pun akhirnya lulus. Dia mendapatkan SIM C baru.

"Sudah dapat," ucap Yan.

Bripka Yan PratamaBripka Yan Pratama (Isal Mawardi/detikcom)


Uji praktik Yan ini divideokan oleh polisi juga. Dalam video yang tersebar di media sosial, kaki Yan tampak turun dan menapak di aspal ketika mengambil belokan di jalur lintasan sempit.

"Di situ berhenti kan ada tanda merah, lalu start jalan, lalu ke perhentian pertama, lalu (sesi selanjutnya) leter delapan, pas itu kaki saya jatuh sekali," ucapnya.

Soal kakinya yang menapak, Yan mengatakan pemohon masih diperbolehkan melakukan 'kesalahan' itu hingga tiga kali.

"Kan aturannya kan 3 kali jatuh gagal, saya sekali, masih lolos," ungkapnya.

Kasugbagren Polres Bekasi Kompol Dewi Setiowati menjelaskan soal video saat Yan dites SIM ini. Dewi mengatakan video itu sengaja diviralkan di media sosial sebagai contoh agar polisi pun harus mengikuti tes untuk memperoleh SIM.


"Kita harus komitmen, siapa pun termasuk polisi sendiri harus melakukan ujian baik teori dan praktik. Kebetulan yang bersangkutan Pak Yan ini SIM-nya mati. Karena kesibukannya dia, mengingat yang bersangkutan adalah polisi sebagai contoh, ikut teori praktik dong," jelas Dewi.

Dewi mengatakan tes itu betul-betul dilakukan dan bukan sebuah rekayasa.

"Ini betul-betul komitmen, tidak ada rekayasa. Saat dia (Bripka Yan) praktik, saya yang rekam, tidak setting itu pure, asli," tegas Dewi.

Terkait kaki Yan yang menapak ketika melintas lintasan atau jalan, Dewi mengatakan ada kebijakan baru dari Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto.

"Ini kebijakan baru dari Bapak Kapolres, dulu sangat susah mendapatkan SIM saat (ujian) praktik. Saat praktik jatuh sekali udah nggak lulus itu aturannya (dulu). Diambillah kebijakan Pak Kapolres, karena saat di lapangan, kalau kaki nggak seimbang kan kaki turun, di situ kan perlu kelincahan. Praktik itu membuktikan kita mampu membawa kendaraan," jelas Dewi.





(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed