Temui JK, NEC Jepang Laporkan Sistem Deteksi Wajah di Asian Games

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 03 Sep 2018 15:43 WIB
Foto: President and Chief Executife Officer NEC Corporation Japan, Mr Takasi Niino di kantor Wapres JK. (Noval-detikcom)
Jakarta - President and Chief Executife Officer NEC Corporation Japan, Mr Takasi Niino menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Takasi melaporkan hasil penggunaan sistem deteksi wajah yang digunakan di pintu masuk venue Asian Games 2018.

"Sebagaimana diketahui Asian Games sudah berakhir pada tadi malam dan kebetulan perusahaan kami ikut berkontribusi di beberapa bidang. Kami memasok security system dan juga kami membangun network di bidang telekomunikasi dan mencapai atau mewujudkan kesuksesan, jadi kami melaporkan kesuksesan tersebut," ujar Takasi usai menemui JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).
Takasi mengungkapkan perusahaannya yang bernama NEC memiliki teknologi terbaik di dunia, khususnya di bidang deteksi wajah atau face recognition. Selain telah dimanfaatkan untuk Asian Games 2018, sistem juga akan digunakan untuk Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang.

"Teknologi (face recognition NEC) sudah sangat memadai untuk di-launching pada 2 tahun yang akan datang. Sampai saat ini pun, berbagai bandara internasional sudah menggunakan face recognition milik kami di system gate atau di pintu gerbang keluar masuk bandara," katanya.

"Kalau di Olimpiade Tokyo kami sudah sanggup mengindentifikasi atau merekognisi semua panitia atau pihak terkait yang di olimpiade yaitu kurang lebih 300.000 orang sudah bisa direkognisi dalam pelaksanaannya," lanjutnya.

Namun, Takasi enggan mengungkapkan kebanggaan dan manfaat dari sistem tersebut. Menurutnya, pihak Mabes Polri sebagai user lebih bisa mengungkapkan manfaat yang dirasa dari sistem tersebut.

"Usernya bukan kami sendiri tapi tentunya kami memasoki usernya yaitu ke pihak Polri jadi detailnya kami sendiri tidak ketahui kemanfaatannya," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyampaikan terima kasih kepada NEC Jepang yang telah berkontribusi terhadap kesuksesan Asian Games 2018.

"Beliau (Wapres JK) menyampaikan apresiasi kepada kami karena kami juga ikut berkontribusi dalam keberhasilan penyelenggaraan Asian Games," ujarnya.

Meski belum menerima manfaat dari teknologi tersebut dari Polri, namun menurut Takasi, berdasarkan pengalaman yang ada di Inggris, sistem deteksi wajah tersebut pernah menangkap beberapa penjahat yang masuk daftar buronan polisi. Sistem deteksi wajah NEC pun diklaim memiliki teknologi terbaik dari teknologi sejenis lainnya.

"Saat ini 99,7 persen atau paling tidak lebih dari 99 persen, itu sudah jauh lebih unggul dibandingkan dengan teknologi-teknologi sejenis lainnya. Tentunya akurasinya tergantung juga lingkungan atau kondisinya," paparnya.

Untuk itu, sistem deteksi wajah NEC Jepang telah banyak memberi kontribusi terhadap kehidupan masyarakat. "Menyediakan teknologi yang kami miliki dengan merekognisi atau mengidentifikasi plat nomor yang dicari, atau mencari anak-anak yang hilang dan sebagainya, banyak hal yang bisa dilakukan," ungkapnya.


Simak Juga Pendapat Fahri soal Asian Games:

[Gambas:Video 20detik]

Temui JK, NEC Jepang Laporkan Sistem Deteksi Wajah di Asian Games
(nvl/idh)