Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai seharusnya kemunculan Jokowi melalui video tak diartikan macam-macam. Tak ada yang salah dengan Jokowi yang melakukan video conference saat berada di Lombok, NTB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ace mengatakan Roy seharusnya sadar Asian Games menyangkut martabat dan kebanggaan bangsa. Tak perlu terus-menerus 'nyinyir' tak jelas kepada pemerintah.
"Coba kalau beliau (Jokowi) tidak melakukan itu, pasti dituduh tidak memiliki empati," kata Ace.
"Jadi maunya apa Pak Roy ini? Ingin prestasi Indonesia terpuruk lalu menyalah-nyalahkan kepemimpinan Jokowi? Begitu?" lanjutnya.
Ace juga menyayangkan sikap Roy yang menyebut perolehan medali emas Indonesia karena faktor tuan rumah. Ia meminta Roy tak menganggap enteng perjuangan para atlet Indonesia dalam mengharumkan nama bangsa.
"Coba berhusnuzan atau berbaik sangkalah kepada prestasi Pak Jokowi, panitia Asian Games, dan kerja keras para atlet yang berjuang luar biasa. Objektif saja. Kritik itu ada tempatnya. Bukan hanya asal kritik," tuturnya.
Roy Suryo sebelumnya mengapresiasi Jokowi yang lebih memilih ke Lombok, NTB, daripada 'show off' di closing ceremony Asian Games 2018. Namun, dia menyayangkan jika Jokowi tetap tampil.
"Tetapi saya menyayangkan kalau nanti Presiden @jokowi masih saja Show-Off dgn VideoConference (apalagi menyebut2 "di Lokasi Bencana")," tulis Roy lewat Twitter, Minggu (2/9).
Roy Suryo juga kembali berbicara tentang perolehan medali emas Indonesia di Asian Games 2018. Dia berharap prestasi ini bukan sekadar karena faktor tuan rumah. (mae/bag)











































