"Saat ini, sudah sekitar 201 juta rakyat Indonesia terjamin JKN KIS hingga posisi Agustus 2018. Angka ini bisa dikatakan sangat besar untuk ukuran dunia internasional," ujar Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Minggu (02/09/2018).
Selain itu dikatakan Fachmi, alasannya karena Indonesia merupakan negara agraris. Hal ini tertuang pada Rapat Biro International Social Security Association (ISSA) yang memilih Indonesia dan Senegal sebagai inkubator pengembangan jaminan sosial berbasis sektor pertanian pada Rabu (29/8/2018) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan Indonesia ini sekaligus akan menjadi contoh dunia untuk model perluasan kepesertaan jaminan sosial sektor non formal yang berbasis sektor pertanian, seperti diungkapkan Fachmi saat bertemu Dubes Indonesia untuk Swiss dan Lichtenstein, Mulyaman S Hadad.
Mulyaman sendiri menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya sekaligus mengingatkan akan tantangan yang dihadapi Indonesia ke depannya.
"Dunia akan menatap kita lebih khusus lagi. Karenanya, pengembangan jaminan kesehatan melalui pendekatan sektor agrikultur ini mesti dikerjakan secara sangat serius," kata dia.
Mulyaman juga mengaku akan segera menyampaikan hal ini secara formal ke Kementerian Luar Negeri di Jakarta, agar mendapatkan perhatian dan dukungan dari kementerian dan lembaga terkait.
Rapat Biro ISSA yang beranggotakan 158 negara di dunia itu ditutup pada Kamis, (30/08/2018) dengan sejumlah agenda penting yang akan ditindaklanjuti oleh negara-negara anggota ISSA.
Baca juga: Polri Bikin Skema Rumah Dp Rp 0 |











































