BPJS Kesehatan Kini Jadi Pionir Dunia di Sektor Pertanian

BPJS Kesehatan Kini Jadi Pionir Dunia di Sektor Pertanian

Rizki Ati Hulwa - detikNews
Minggu, 02 Sep 2018 12:39 WIB
BPJS Kesehatan Kini Jadi Pionir Dunia di Sektor Pertanian
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta - Saat ini, Indonesia dinilai dapat menjadi pionir dalam penyelenggaraan jaminan sosial di sektor pertanian internasional. Hal tersebut berdasarkan penilaian objektif dunia terhadap Indonesia yang memperlihatkan kemajuan pesat dalam pengembangan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat ( JKN KIS).

"Saat ini, sudah sekitar 201 juta rakyat Indonesia terjamin JKN KIS hingga posisi Agustus 2018. Angka ini bisa dikatakan sangat besar untuk ukuran dunia internasional," ujar Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Minggu (02/09/2018).

Selain itu dikatakan Fachmi, alasannya karena Indonesia merupakan negara agraris. Hal ini tertuang pada Rapat Biro International Social Security Association (ISSA) yang memilih Indonesia dan Senegal sebagai inkubator pengembangan jaminan sosial berbasis sektor pertanian pada Rabu (29/8/2018) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini memperlihatkan bahwa dunia percaya kepada keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan jaminan sosial," lanjut dia.


Keberhasilan Indonesia ini sekaligus akan menjadi contoh dunia untuk model perluasan kepesertaan jaminan sosial sektor non formal yang berbasis sektor pertanian, seperti diungkapkan Fachmi saat bertemu Dubes Indonesia untuk Swiss dan Lichtenstein, Mulyaman S Hadad.

Mulyaman sendiri menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya sekaligus mengingatkan akan tantangan yang dihadapi Indonesia ke depannya.

"Dunia akan menatap kita lebih khusus lagi. Karenanya, pengembangan jaminan kesehatan melalui pendekatan sektor agrikultur ini mesti dikerjakan secara sangat serius," kata dia.

Mulyaman juga mengaku akan segera menyampaikan hal ini secara formal ke Kementerian Luar Negeri di Jakarta, agar mendapatkan perhatian dan dukungan dari kementerian dan lembaga terkait.

Rapat Biro ISSA yang beranggotakan 158 negara di dunia itu ditutup pada Kamis, (30/08/2018) dengan sejumlah agenda penting yang akan ditindaklanjuti oleh negara-negara anggota ISSA.

(idr/idr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads