Kata Surya Paloh Soal Pelukan Jokowi-Prabowo di Gelanggang Silat

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 01 Sep 2018 23:43 WIB
Momen Jokowi-Prabowo berpelukan (dok. Instagram Prabowo)
Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyambut baik momen pelukan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto. Dia menilai, yang lebih penting adalah atlet Indonesia mengalahkan lawannya.

"Saya pikir ini momentum bagi semua pihak kita bisa lakukan banyak hal lah. Yang paling penting bagaimana kita bisa mengalahkan kompetisi dengan faktor excess (kelebihan) daripada keberadaan kebutuhan berbangsa kita yaitu kebodohan dan kemiskinan," kata Paloh, di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (1/8/2018).



Dia menyatakan rasa senangnya bahwa kemenangan Indonesia di Asian Games melampaui target. Menurutnya terlampauinya target itu merupakan capaian besar Indonesia.

"Kita juga tahu bagaimana bangganya saya sebagai Ketum Nasdem ini karena pertama sekali di negeri kita ada satu event yang targetnya ditetapkan dan targetnya tidak kurang, tapi melebihi dari target yaitu Asian Games. Biasanya kita bikin target nggak pernah terpenuhi target itu," ujar Paloh.



Sebelumnya, momen pelukan antara Jokowi dan Prabowo terjadi di arena pertandingan pencak silat Asian Games 2018 di TMII pada Rabu (29/8). Kedua bakal capres itu berpelukan berkat inisiatif atlet peraih medali emas cabang olahraga pencak silat, Hanifan Yudani Kusumah.

Dibalik momentum pelukan antara Jokowi-Prabowo itu sebetulnya ada tokoh lain yang berperan besar. Tokoh itu adalah Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia di Asian Games, Syafruddin. Mantan Wakapolri berpangkat Komisaris Jenderal yang kini menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) inilah yang menginisiasi kedatangan para tokoh nasional ke arena pencak silat tersebut.

"Saya dapat bocoran itu berkat inisiasi CdM Kontingen Indonesia Syafruddin, MSi, yang sukses menggaet satu per satu tokoh nasional ke Padepokan Silat," kata juru bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah, Kamis, 30 Agustus.

(yld/dnu)