Dampingi Sandi di Uhamka, Politikus PD Bicara Ganti Pemerintahan

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 01 Sep 2018 13:10 WIB
Wakil Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Nurpati (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Nurpati ikut mendampingi bakal cawapres Sandiaga Uno di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Andi mengajak mahasiswa di Uhamka ikut mengganti pemerintahan secara konstitusional.

"Sudah saatnya kita terutama, termasuk mahasiswa baru, berpikir memperbaiki kondisi bangsa kita saat ini. Kita tahu kondisi ekonomi bangsa kita dalam kondisi terpuruk. Apakah benar? Saatnya kita harus ikut andil, harus punya semangat jihad, punya semangat militansi yang kuat untuk turut andil membangun bangsa Indonesia," kata Andi di kampus Uhamka, Jl Tanah Merdeka, Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2018).

Andi lalu menyebut Indonesia saat ini memiliki Sandiaga yang dinilai dapat memperbaiki kondisi bangsa. Dia juga menyinggung Nyai Ahmad Dahlan dalam perannya terhadap kemerdekaan Indonesia.

"Kita ingat Nyai Ahmad Dahlan adalah seorang pahlawan kemerdekaan, maka hari ini saat ini kita punya Mas Sandi Uno yang siap terjun untuk membangun dan memperbaiki kondisi bangsa ini. Tidak perlu ragu dan bimbang, Mas Sandi adalah keluarga besar kita, beliau punya tekad yang kuat untuk terjun langsung memperbaiki kondisi bangsa," ujar Andi.


Andi, yang juga alumni Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, menilai Sandiaga meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI karena ingin turun langsung memperbaiki kondisi bangsa. Menurutnya, Sandiaga dapat mengganti kebijakan ekonomi Indonesia yang dianggap terpuruk.

"Kita perlu tangan tangan seperti Mas Sandi untuk memperbaiki, memperbarui, bahkan mengganti sebuah kebijakan-kebijakan tentang bidang ekonomi yang beliau sudah ahlinya di situ. Karena itu, kami yakin Mas Sandi mampu memperbaiki kondisi bangsa Indonesia, kembalikan hak-hak masyarakat kita, bantuan-bantuan jangan dicabut. Jangan dimahalkan harga sembako, listrik," sambungnya.


Andi menyebut saat ini kondisi ekonomi Indonesia sedang terpuruk. Ia mengajak seluruh mahasiswa bersama-sama memperbaiki dan mengganti pemerintah yang dianggap tak dapat melaksanakan tugas.

"Kita semua terenyuh dengan melihat kondisi keadaan belakangan ini. Karena itu, mari kita semua bekerja bersama-sama untuk memperbaiki dan mengganti pemerintahan yang tak bisa mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan konstitusi dan undang-undang," ucap Andi.


Andi juga mengaku apa yang dilakukannya di hadapan mahasiswa Uhamka bukanlah kampanye. Menurutnya, ia berbicara terkait kondisi bangsa.

"Saya bicara soal kebangsaan, kondisi bangsa, dan bagaimana peran masyarakat, terutama mahasiswa. Tidak berpolitik," kata Andi seusai acara.

Menurutnya, ia hanya berbicara soal ganti pemerintahan sesuai dengan konstitusi, bukan mengganti presiden.

"Tidak ada bahasa ganti presiden. (Ganti pemerintah) sesuai konstitusi," ucap Andi.



Tonton juga 'Kelakar Sandi dengan Ustaz Somad: Ini Cawapres yang Tertukar':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/nvl)