Laporan dari Mekah

Puncak Haji Memang Sudah Lewat, Kondisi Jemaah Harus Tetap Terawat

Fajar Pratama - detikNews
Jumat, 31 Agu 2018 19:18 WIB
Pada 10 Zulhijah, jemaah haji seluruh dunia bergerak menuju Mina untuk melaksanakan mabit atau bermalam di Mina. Ini dia potret tenda-tenda di Mina. (Fuad Fariz/detikcom)
Pada 10 Zulhijah, jemaah haji seluruh dunia bergerak menuju Mina untuk melaksanakan mabit atau bermalam di Mina. Ini dia potret tenda-tenda di Mina. (Fuad Fariz/detikcom)
Mekah - Melewati puncak prosesi haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) memang suatu kelegaan tersendiri. Namun jemaah diingatkan agar tetap menjaga kondisi kesehatan. Ada tren peningkatan jumlah jemaah yang drop setelah menjalani proses Armina.

"Kita mengantisipasi titik krusial pasca-Armina ini. Karena pasca-Armina, jemaah haji kita mengalami euforia, karena merasa sudah haji, sehingga tidak peduli lagi dengan kesehatannya," ujar Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia Nirwan Satria di Aziziah Janubiyah, Mekah, Jumat (31/8/2018).


Euforia itu antara lain pergi berbelanja tanpa mempedulikan kondisi badan. Melakukan umrah berkali-kali dengan memaksakan kondisi badan juga bisa berpotensi merugikan.

"Itu membuat jemaah kelelahan. Jadi ini kita pesankan kepada teman-teman kita di kloter, di rombongan, untuk menyampaikan bahwa, setelah haji, kita fokus pikirkan pulang ke Tanah Air," kata Nirwan.


Angka meninggal jemaah haji pasca-Armina memang mengalami lonjakan. Pada saat sebelum dimulainya Armina jumlah meninggal tercatat 92 orang. Sampai kini seminggu setelah Armina jumlah wafat 228. Adapun jumlah jemaah yang masih dirawat sebanyak 231.

Meski begitu, jumlah meninggal masih jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Pada 2017, jumlah jemaah meninggal 657 orang. (fjp/jbr)