DetikNews
Jumat 31 Agustus 2018, 17:42 WIB

Pemda Bantaeng Diminta Turun Tangan Tangani Pernikahan Anak SD

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Pemda Bantaeng Diminta Turun Tangan Tangani Pernikahan Anak SD Ilustrasi pernikahan dini (Foto: Thinkstock)
Makassar - Pernikahan dini seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dan seorang perempuan dengan umur 17 tahun terjadi lagi di Banteng, Sulsel. Aktivis anak menyerukan agar pemerintah daerah Bantaeng dan Pemprov turun tangan.

"Ini mustinya tidak terjadi lagi karena ini sudah sekian kalinya terjadi di Bantaeng," kata aktivis anak Sulsel, Rusdin Tompo kepada detikcom, Jumat (31/8/2018).

Dia meminta agar pernikahan ini ditunda untuk menyelamatkan anak-anak di masa depan. Rusdin juga menyotori peran Pemda Bantaeng yang dianggap gagal dalam sosialisasi soal pernikahan dini di masyarakat.



"Pemerintah setempat melakukan antisipatif dan bentuknya sosialisasi perlindungan anak, lalu mencari langkah-langkah strategis. Pernikahan mereka harus ditunda," ucapnya.

Tantangannya adalah pemda harus mengubah pola pikir masyarakat soal pernikahan dini di daerah. Apalagi, pernikahan dini ini terkait soal budaya setempat.

"Ada yang menganggap pernikahan dini untuk mendekatkan hubungan kekerabatan dan faktor nilai tradisi. Ini yang perlu dijernikan kembali bahwa dalam rangka pelindungan anak," tegas Rusdin.



"Kasus-kasus ini berulang terjadi. Harus kerja keras pemdanya. Saya sarankan gubernur baru, buat peta jelas soal penghapusan parkawinan dini di sulsel. Karena Sulsel termasuk tertinggi di Indonesia," ungkapnya.
(fiq/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed