Anak SD yang Nikahi Gadis SMA Dinilai Belum Bisa Nafkahi Keluarga

Ibnu Munsir - detikNews
Jumat, 31 Agu 2018 17:35 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Makassar - Pemprov Sulsel menyayangkan adanya pernikahan dini antara bocah baru tamat SD yang berusia 13 tahun dan gadis SMA berusia 17 tahun. Anak tersebut dianggap belum mampu menafkahi keluarga karena usianya masih dini.

"Tujuan pernikahannya apa pernikahan akil, balik. Mungkin balik, tapi akilnya atau akalnya sanggup tidak memimpin atau jadi imam, pasti tidak kan? Apalagi belum bisa biayai anak, apalagi mengasuh anak," kata Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (DPPPA) Sulawesi Selatan, Nur Anti, saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (31/8/2018).



Pernikahan ini pun disesalkan pihak DPPPA Sulsel. Pasalnya, pernikahan dini atau belum cukup umur tidak boleh terjadi lagi di Sulsel sesuai dengan perintah dan arahan Gubernur Sulsel.

"Karena ini sempat masif terjadi, sesuai arahan Gubernur K-A-U tak boleh lagi menerima berkas bahkan menikahkan anak yang belum cukup, apalagi menikahkan," tegasnya.

DPPPA Sulsel menyatakan terjadinya pernikahan dini disebabkan banyak faktor. Bukan hanya pada sisi ekonomi semata, tapi juga faktor keluarga, pergaulan, bahkan pendidikan yang memicu terjadinya pernikahan dini.



"Banyak faktor juga terjadinya ini bisa ekonomi bisa juga karena faktor pendidikan. Bayangkan masih sekolah baru putus sekolah juga kan, kasihan anaknya," terangnya.

Pernikahan bocah SD dengan siswi SMU itu terjadi pada Kamis (30/8). Resepsi dilakukan di rumah orang tua anak SD tersebut. Pernikahan ini dilaksanakan dengan pesta adat selayaknya pernikahan umum lainnya di Sulsel.


Saksikan juga video 'KPAI Imbau KUA Tidak Berikan Izin Pernikahan Dini':

[Gambas:Video 20detik]

(rvk/asp)