Kemenag Imbau Warga Tak Terpancing Isu Agama dalam Pilpres 2019

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Jumat, 31 Agu 2018 12:58 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag menyebut tak ada potensi mencuatnya isu agama di Pilpres 2019. Sebab isu agama merupakan isu lain yang sengaja digiring.

"Kita berharap tidak karena sudah tahu masing-masing pihak sudah berkomitmen utk tidak membawa isu sara dan itu adalah angin segar yang sangat luar biasa," kata Kabid Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag, Wawan Djunaedi usai diskusi di Hotel Ashley, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Wawan mengatakan selama ini yang diangkat sebagai isu agama merupakan isu lain di luar masalah itu. Menurutnya hal itu sudah pernah diteliti.



"Sebenarnya isu agama itu kalau dilihat bukan isu agama sebetulnya, ada isu politik, ada isu ekonomi, sebetulnya tidak ada sangkut pautnya sama agama. Hasil risetnya semacam itu, jadi kecenderungan sebuah konflik agama kalau diteliti secara mendalam sebenarnya akarnya bukan masalah agama tapi akarnya masalah lain yang digiring ke isu agama," ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat tak mudah terpancing oleh pihak yang menyebarkan isu agama dalam pilpres nanti. Sebab pihak yang sengaja melakukan itu dan disebut sebagai player.

"Masyarakat harus lebih dewasa, jangan terjebak dengan apa yang dikatakan oleh para playernya ini. Hasil riset mangatakan sebetulnya ada di balik itu ada player yang memobilisasi isu agama. Makanya kita perlu edukasi masyarakat kita suapa tidak bersumbu pendek, jadi kalau ada apa-apa tidak mudah terpancing," imbuhnya.



Wawan menambahkan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga sudah memberi arahan agar tak ada pihak yang mempolitisasi agama. Jika itu terjadi, ada potensi bias yang berdampak buruk di masyarakat.

"Agama dan politik memang tidak bisa dipisahkan, tapi jangan melakukan politisasi agama. Karena politisasi agama artinya menggunakan agama menjadi politik praktis yang itu nanti cenderung mengalami bias-bias tidak kita inginkan," pungkasnya. (abw/rvk)