BPPT Kenalkan Rumah Tahan Gempa Karya Anak Bangsa untuk Lombok

Rivki - detikNews
Kamis, 30 Agu 2018 22:43 WIB
Rumah antigempa (Foto: dok. BPPT)
Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi berupa rumah antigempa untuk warga Lombok, NTB. Rumah antigempa ini merupakan karya anak bangsa atau buatan dalam negeri.

"Rumah ini disusun per panel. Kalaupun roboh, tidak mencelakai penghuni. Karena material ringan yang terbuat dari komposit sandwich. Kalaupun ada yang jatuh menimpa, berat panel hanya 2 kilogram. Jadi tidak begitu berbahaya," ucap Direktur Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT Mahendra Anggaravidya dalam siaran pers kepada detikcom, Kamis (30/8/2018).

Dia menjelaskan posisi rumah ini disambung dalam ikatan yang utuh. Ketika terkena beban gempa, sambungan tersebut tidak patah.



"Bahannya sandwich panel buatan BPPT yang bermitra dengan industri lokal. Dalam hal ini, BPPT berperan dalam memformulasikan bahan komposit, lalu menyusun desain dan diproduksi massal oleh industri lokal. Jadi ya hampir 80 persen TKDN," ujarnya.

Saat diuji simulasi beban gempa, setelah Simulasi Percepatan 2,28 G dalam frekuensi 0,1-10 Hz dengan metode (spektrum) serta kombinasi beban mati, hidup, dan angin, hasil simulasi dan analisis struktur menggunakan SAP2000, menunjukkan struktur tetap aman dengan kombinasi frame dan sandwich. Meski ini sifatnya simulasi, PTM BPPT tengah membuat permodelan bertipe 21 dan 36, yang rencananya akan dibawa ke Lombok. Pembangunan rumah komposit ini membutuhkan waktu 1 minggu per unit.



"Selain itu, kami inginkan ada dukungan khusus yang sifatnya pendanaan, khususnya untuk memperbanyak jumlah unit yang akan dijadikan bantuan," ungkapnya.

Satu unit rumah membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 juta untuk rumah komposit tipe 21. Sedangkan tipe 36 akan menghabiskan dana Rp 70 jutaan per unitnya.

"Selain kedua tipe tersebut, kami bisa membuat ukuran yang di kustom. Biaya per meternya Rp 2 jutaan. Bisa untuk ukuran besar untuk pembuatan fasilitas umum, seperti puskesmas atau tempat ibadah," urainya.

Sebagai informasi, unit rumah komposit inovasi BPPT ini sudah dipasang dan diserahterimakan di Pemkot Bogor, di Kelurahan Pasir Jaya. Sebagai mitra adalah BPBD Kota Bogor, yang bertujuan memiliki wilayah tanggap bencana dalam bentuk hunian sementara, yakni dua unit rumah tipe 3x4 dan 5x6. Saat ini rumah tersebut masih kokoh dan difungsikan sebagai fasilitas umum oleh pemerintah setempat. (rvk/nvl)