Pemerintah Jangan Terlalu Pede Soal Perundingan Aceh
Selasa, 09 Agu 2005 15:28 WIB
Jakarta - Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Petuah itulah yang menjadi pegangan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno. Dia meminta pemeritah tidak terlalu pede alias percaya diri atas hasil perundingan damai Aceh.Wejangan ini disampaikan pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini di sela-sela rapat konsultasi DPR dengan pemerintah di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2005)."Yang penting jangan terlalu yakin mengenai keberhasilan, sebab dari pengalaman yang lalu, sejak zaman daerah operasi militer (DOM), darurat sipil I dan II itu kan selalu ditipu-tipu saja," kata pria gaek berkacamata ini.Politisi sepuh PDIP ini meminta agar penyelesaian Aceh dilakukan secara sederajat dan terhormat dengan sistem yang terbaik."Memang ada Tap MPR IV Tahun 1999 yang menyebutkan perundingan di Aceh harus dialog, tetapi tidak harus di Helsinki. Saya pikir Indonesia punya daerah yang cukup baik," kata Mbah Tardjo."Waktu zaman Timtim dulu, TNI/Polri harus keluar dari wilayah itu. Akhirnya orang asing masuk wilayah itu. Lalu mereka mengupayakan adanya referendum dan akhirnya kita kalah," sambungnya.
(aan/)











































