Din: Kalau Benar Meliana Protes Azan Vulgar, Itu Penistaan Agama

Din: Kalau Benar Meliana Protes Azan Vulgar, Itu Penistaan Agama

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Rabu, 29 Agu 2018 19:35 WIB
Din Syamsuddin (Faiq Hidayat/detikcom)
Din Syamsuddin (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Meliana, wanita Tanjung Balai, divonis 18 bulan penjara karena mengeluhkan volume azan. Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menyebut, jika Meliana memprotes persoalan itu secara vulgar dan menjelek-jelekan Islam, itu masuk kategori penista agama.

"Kasus Meliana itu apa dan bagaimana? Saya sudah dapat informasi bahwa yang berkeberatan dengan azan yang katanya keras dan mengganggu kemudian protes secara vulgar menjelek-jelekkan tidak hanya soal azan, bahkan menjelekkan Islam yang lain. Itu informasi yang saya terima. Kalau itu yang terjadi, penistaan agama," kata Din kepada wartawan di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).



Din menyebut kasus itu harus jelas apa yang dipermasalahkan. Jika hanya mempermasalahkan volume pelantang yang terlalu keras dan tidak menjelek-jelakan agama Islam, itu tidak masuk dalam penistaan agama.

"Pertama, harus jelas apa yang dipersoalkan. Kalau sekadar protes terhadap suara azan yang keras dan mengganggu orang lain di sekitar itu, kalau itu protes baik-baik, itu tidak masuk penistaan agama. Tapi kalau memprotes dengan menolak, menghina, dan mencaci maki, menjelek-jelekkan ajaran agama, apalagi agama orang lain, itu penistaan agama," imbuhnya.

Din berpesan agar masyarakat mengambil hikmah dari kejadian itu. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya toleransi antarumat beragama.



"Sudah selayaknya kita bertenggang rasa kalau kalangan umat Islam azan mengganggu tetangga, jangan keras-keras dan dipanjangkan. Suarakan cukup menjelang azan. Tapi pemeluk agama lain juga harus bertoleransi kalau ada yang terdengar dari ajaran agama lain berupaya simpati, insyaallah nggak ada masalah," kata Din.

Meliana divonis 18 bulan bui karena dianggap menista agama akibat mengeluhkan volume suara azan masjid di dekat rumahnya pada 2016. Buntutnya, rumah Meliana dirusak warga. Namun, setelah munculnya vonis, dukungan mengalir kepada Meliana, baik dari kalangan masyarakat maupun politikus. (rvk/van)