"Insiden di Tual yang kita sampaikan (laporkan). Saya juga tidak mengerti, saya masuk dan menunggu tiba-tiba ada yang masuk. Itu keamanan airport yang tidak bagus yang harus diperbaiki jadi keamanan segera diperbaiki," ujar Abdul Hamid setelah melapor ke Polda Maluku.
Hamid menjelaskan, dalam insiden tersebut, ia didatangi dua orang yang memarahinya. Warga itu mengatakan 'penipu' sambil berteriak kepada Hamid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dilaporkan Arobi Bugis, dia Bugis Tamher-lah kira-kira begitu. Dia masyarakat saya. Tipu apa harus jelaskan, saya sebagai pemimpin memang harus tetapi saya masih bertanya tipu apa?" ucapnya.
Insiden penyerangan terhadap Wawali ini terjadi pada Senin (27/8) di kantin Bandara Karel Sadsuitubun. Dalam insiden tersebut, salah satu warga yang merekam insiden tersebut berteriak kepada Wawali dengan kata-kata 'pejabat penipu'. (rvk/asp)











































