Musharraf Tuding Inggris Terlalu Lunak terhadap Ekstremis

Musharraf Tuding Inggris Terlalu Lunak terhadap Ekstremis

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 11:26 WIB
Jakarta - Pakistan dituding punya andil besar dalam serangan bom London 7 Juli lalu. Presiden Pakistan Pervez Musharraf membantah keras tudingan ini.Musharraf balik menuduh pemerintah London terlalu lunak terhadap kelompok ekstrem di Inggris. Hal tersebut dicetuskan Musharraf dalam sebuah wawancara dengan BBC dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/8/2005)."Pakistan tidak berperan penting. Tidak ada bukti untuk membuktikan itu," tegas pemimpin Pakistan yang negaranya menjadi fokus penyelidikan internasional dalam peristiwa bom London, yang menewaskan 56 orang.Namun Musharraf mengakui bahwa setidaknya dua dari empat tersangka pengebom pernah berkunjung ke Pakistan sebelum serangan itu. "Kami punya beberapa petunjuk soal nomor telepon kontak-kontak tertentu yang mereka hubungi," ujar Musharraf. Diimbuhkannya bahwa aparat Pakistan masih terus menyelidiki siapa-siapa saja yang mereka hubungi itu. Tiga dari empat tersangka pelaku bom London adalah warga Inggris asal Pakistan. Karena itu, pascabom London, pemerintah Inggris langsung mendesak Pakistan untuk mengambil tindakan terhadap madrasah radikal di negeri itu. Desakan ini disampaikan Inggris terkait temuan bahwa sebagian pengebom pernah berkunjung ke Pakistan dan bahkan salah seorang di antaranya pernah belajar di sebuah madrasah di negeri itu.Buntutnya, Musharraf memerintahkan lebih dari 800 tersangka militan ditangkap dalam serangkaian penyerbuan aparat. Bahkan sekitar 1.400 warga asing yang sedang belajar di sejumlah madrasah diperintahkan untuk meninggalkan Pakistan. (ita/)


Berita Terkait