Sepak Terjang Sandiaga yang 10 Bulan Jabat Wagub DKI

Marlinda Oktavia Erwanti, Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 27 Agu 2018 09:09 WIB
Sandiaga Uno (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Paripurna DPRD membahas pemberhentian Wagub DKI Sandiaga Uno digelar hari ini. Sandi memilih mundur dari DKI-2 karena maju mendampingi Prabowo di Pilpres 2019.

Seperti apa kiprah Sandi selama ini sampai akhirnya memutuskan mundur dari jabatan wagub dan maju sebagai cawapres?

"Sandiaga Uno merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada, beliau juga berkorban. Beliau bersedia mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur," kata Prabowo awal Agustus 2018 lalu.


Tak hanya mundur dari jabatan wagub, Sandiaga juga mundur dari kepengurusan di Gerindra. Padahal, pria kelahiran Pekanbaru 28 Juni 1969 itu punya posisi tinggi yakni selaku Wakil Ketua Dewan Pembina.

Kepada detikcom, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu mengaku melakukan perenungan yang dalam sebelum akhirnya bergabung dengan Gerindra. Dia mengaku sudah melakukan perenungan sejak tahun 2012.

Sandi yang juga dikenal sebagai pengusaha dilantik sebagai Wagub DKI Jakarta bersama Anies selaku Gubernur pada Oktober 2017 lalu. Menjabat sekitar 10 bulan, Sandiaga memutuskan mundur.

Sebelum merambah panggung politik, Sandiaga Uno dikenal sebagai seorang pengusaha yang lahir saat Indonesia dilanda krisis ekonomi pada 1998. Dia mendirikan sejumlah perusahaan di bawah naungan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Kecemerlangannya mengelola bisnis mengantarkan Sandiaga menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Salah satu fokus dia saat di Hipmi adalah memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).


Sandiaga Uno pernah menduduki posisi direktur keuangan NTI Resources Ltd, sebuah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Ia bekerja di NTI pada periode 1995 - 1996 dan kemudian mengundurkan diri.

Saat Sandi pulang ke Indonesia, ia mulai menjadi pengusaha dengan mendirikan perusahaan konsultan keuangan. Perusahaan bernama Recapital Advisors ini dibangun bersama rekannya Rosan P Roeslani yang saat ini menjabat sebaga ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Selain Recapital, Sandi bersama guru bisnisnya yakni William Soeryadjaja dan Edwin Soeryadjaja mendirikan Saratoga Investama. Sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, konsumer dan produk kehutanan.

Dia pernah menjabat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) sejak Januari, 2011. Pada 2016 namanya pernah masuk di daftar Panama Papers atau sebuah data milik firma hukum Mossack Fonseca berisi data penggelapan banyak pengusaha hingga pengusaha dunia.


Pada tahun 2016 ketika pemerintahan Presiden Jokowi membuat kebijakan tax amnesty, Sandi mengikutinya. Kemudian pada 2017, namanya masuk dalam Paradise Paper yakni sebuah dokumen yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (IJIC). Dalam dokumen Sandi disebut sebagai salah satu petinggi NTI Resources yang terdaftar di negara surga pajak, yakni bermuda. Namun soal NTI, Sandi telah mengundurkan diri pada 1996.

Malang melintang di dunia usaha membuat Sandiaga masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan 'Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara' yang diterbitkan KPK, diunduh dari situs resmi KPU periode 2016, pendiri PT Saratoga Investama ini punya total nilai kekayaan mencapai Rp 3,8 triliun plus US$ 10.347.381.

Versi Forbes, Sandi menduduki posisi ke 37 orang terkaya di Indonesia. Sedangkan di Globe Asia, Sandi menduduki posisi ke 85 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 300 juta, meskipun jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$ 500 juta.


Dituding Ingkar Janji karena Tinggalkan DKI, Apa Jawaban Sandi? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


Sepak Terjang Sandiaga yang 10 Bulan Jabat Wagub DKI
(abw/rna)