DetikNews
Sabtu 25 Agustus 2018, 20:04 WIB

Polda Banten: Perwira Polair Terlibat Pungli, Tapi Tak di-OTT

Audrey Santoso - detikNews
Polda Banten: Perwira Polair Terlibat Pungli, Tapi Tak di-OTT Foto: Ilustrasi pungli. (Basith Subastian/detikcom)
Serang - Kabid Propam Polda Banten Kombes Gunawan membantah adanya operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pungutan liar (pungli) di wilayahnya. Namun, Gunawan membenarkan pihaknya sedang memproses kasus pungli yang menyeret perwira berinisial AKP AK.

"Ini di media berkembang info bahwa terjadi OTT. Tidak ada OTT dari Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam. Bahwa saya dan Irwasda, pada hari Jumat (24/8), sedang berdisksusi mengenai informasi penanganan anggota diantaranya informasi berkaitan dengan pungli. Setelah berdiskusi satu jam tiba-tiba datang Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam diwakili Kolonel Kun Wardana dan Kombes Yusran," jelas Gunawan ketika dikonfirmasi detikcom,Sabtu (25/8/2018).

"Akhirnya kita ngobrol. Mereka memperlihatkan surat perintah dan BAP terhadap masyarakat yang mengadu ke Kemenko Kolhukam. Kemudian tindak lanjutnya dari Kemenko Polhukam mengajak OTT," sambung Gunawan.
Gunawan menceritakan setelah ada ajakan OTT, dirinya melapor ke Wakapolda Banten. Dia mengatakan kepada Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam kalau dirinya dan Irwasda sedang membahas hal yang sama.

"Sampai disitu saya lapor Pak Waka, saya juga bilang kita sedang membahas hal yang sama. Kok bisa kebetulan ya," ujar Gunawan.

"Di Propam ada informasi tindakan pungli itu. Hari Rabu masuk informasinya, kemudian kita selidiki ke lapangan, Propam bekerja untuk membuktikan benar tidaknya. Perintah Pak Wakapolda bertemu Tim Saber Pungli, sepakat penyerahan kasus di Propam," imbuh dia.
Gunawan berujar saat ini pihaknya telah memeriksa dua saksi yaitu saksi pelapor dan saksi terlapor AKP AK. Rencananya, lanjut Gunawan, pihaknya akan meminta keterangan korban pungli tersebut pada Senin (27/8) besok.

"Sekarang saya tangani, sudah periksa seorang saksi. Saya tindaklanjuti Senin meminta keterangan saksi pemilik kapal. Yang baru kami periksa AKP AK , pelapor yang melapor ke Kemenko polhukam. Anak buahnya sudah kita periksa hari Jumat. Baru dua orang kita periksa," jelas Gunawan.


(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed