KPK Periksa Ketum PPP soal Aliran Dana Kasus Mafia Anggaran

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 23 Agu 2018 19:53 WIB
KPK memeriksa Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) sebagai saksi. (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - KPK memeriksa Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) sebagai saksi kasus dugaan suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018. Rommy diperiksa soal dugaan aliran duit ke salah satu tersangka, Yaya Purnomo.

"KPK juga memeriksa Ketua Umum PPP M Romahurmuziy sebagai saksi untuk tersangka YP (Yaya Purnomo). Saksi diperiksa untuk pengembangan materi perkara atas tersangka YP. Penyidik mendalami hubungan saksi dengan saksi Puji (Wabendum PPP, Puji Suhartono) dan YP serta informasi aliran dana ke YP," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (23/8/2018).




Selain Rommy, KPK memeriksa saksi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam kasus ini. Saksi dari Kemenkeu adalah Sekretaris Ditjen Perimbangan Keuangan Rukijo dan Direktur Dana Perimbangan Putut Harisatyaka sebagai saksi untuk tersangka Amin Santono. Saksi dari Kemenkeu ditanya soal alur pengurusan anggaran.

Sebelumnya, seusai pemeriksaan, Rommy mengaku dicecar penyidik KPK soal Rp 1,4 miliar yang disita dari rumah salah seorang pengurus PPP. Duit itu disita KPK dari penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.



"Saya ditanya soal penyitaan uang di salah satu rumah fungsionaris PPP dan saya memang tidak tahu," kata Rommy setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yaitu Amin Santono selaku anggota Komisi XI DPR, Eka Kamaluddin selaku perantara, Yaya Purnomo selaku pejabat Kementerian Keuangan, dan Ahmad Ghiast selaku kontraktor. Uang berasal dari para kontraktor di Sumedang yang dikumpulkan Ahmad.

Dalam proses penyidikan, KPK menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan kasus itu, dari emas seberat 1,9 kg, duit Rp 1,8 miliar, SGD 63 ribu, dan USD 12.500, hingga 1 unit mobil Rubicon. Uang dan mobil itu disita KPK dari Yaya.

Selain itu, penyidik menggeledah anggota DPR dari Fraksi PAN serta pengurus PPP. Dari situlah KPK menemukan Rp 1,4 miliar yang kemudian disita dari rumah pengurus PPP yang diketahui bernama Puji tersebut. (haf/fdn)