DetikNews
Kamis 23 Agustus 2018, 18:25 WIB

Berkaca dari Kasus Meiliana, Kemenag Imbau Perbanyak Musyawarah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Berkaca dari Kasus Meiliana, Kemenag Imbau Perbanyak Musyawarah Suasana di kawasan Masjid Istiqlal menjelang salat Idul Adha 1439 H (Isal Mawardi/detikcom)
FOKUS BERITA: Protes Volume Azan Dibui
Jakarta - Seorang warga Tanjung Balai, Sumatera Utara, bernama Meiliana divonis 18 bulan penjara lantaran memprotes volume suara azan. Berkaca dari kasus ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam mengedepankan musyawarah.

"Lebih banyak melakukan musyawarah dengan umat beragama," ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Muhammadiyah Amin kepada detikcom, Kamis (23/8/2018).



Selain itu, Muhammadiyah mengimbau masyarakat muslim menaati Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: Kep/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Musala. Meski aturan itu sudah berusia 40 tahun, belum ada penggantinya hingga kini.



Ditjen Bimas Islam juga akan memperbarui aturan tersebut. Muhammadiyah belum memastikan apakah maksimum volume pengeras suara (speaker) hingga spesifikasinya juga diatur kemudian.

"Masih dalam pembahasan," kata Muhammadiyah.
(bag/tor)
FOKUS BERITA: Protes Volume Azan Dibui
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed