DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 15:48 WIB

Diserang Balik Gara-gara 'IQ 80', Ini Respons Mardani

Indra Komara - detikNews
Diserang Balik Gara-gara IQ 80, Ini Respons Mardani Marlinda Ali Sera (tengah). (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyerang Mardani Ali Sera yang menyebut timses Jokowi ber-IQ 80. Ketua DPP PKS itu tak ambil pusing.

"Itu biarkan saja, haknya teman-teman menanggapi. Karena saya sendiri tidak menjelekkan mereka. Saya cuma heran kok nggak ada pemimpinnya. Ketua timsesnya nggak ada jadi semuanya jadi repot, jadi tergantung ketua timses, mau sepintar apa pun kalau ketua timsesnya nggak ada repot," kata Mardani di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

Mardani juga menyebut tidak menuduh IQ per orang di TKN di bawah 100. Dia hanya merasa heran kubu Jokowi-Ma'ruf belum memiliki ketua timses.


"Yang pertama, saya tidak menuduh mereka. Jadi saya bilang bisa jadi IQ per orangnya 120 tapi IQ komunal 80, tergantung pemimpinnya. Nggak ada tuduhan," ujar Mardani.

"Saya menyebut bahwa orang kan pandai-pandai tetapi tak ada pimpinan. Saya mengatakan pemimpin menentukan. Kalau nggak ada pemimpin, timses repot," sambungnya.

Sebelumnya, Mardani aneh melihat TKN Jokowi-Ma'rif. Mardani lalu bicara IQ dari pribadi masing-masing anggota TKN. Mardani menyebut mereka yang tergabung dalam TKN Jokowi-Ma'ruf bisa saja memiliki IQ di atas 100. Namun, jika secara kelompok, Mardani sangsi IQ TKN Jokowi lebih dari 100.

"Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80 karena semua sangat tergantung ketua, ketua, dan ketua," kritik Mardani dalam dalam keterangannya.

Pernyataan Mardani itu lalu ditanggapi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. PDIP menegaskan timses Jokowi-Ma'ruf mengedepankan kebersamaan. Tak hanya memakai IQ, timses Jokowi disebut juga mementingkan nilai spiritual.


"Menurutku kecerdasan spiritual (SQ) itu level tertinggi setelah IQ and EQ. Itulah seni praktik gotong royong tanpa uang, consensus based society. Kita asih, asah, asuh, praktik deliberative democracy. Kecerdasan spiritual juga dipakai," ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.

Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Jokowi-Ma'ruf juga angkat bicara. KIK menyindir akhlak Mardani karena hinaan seperti itu.

"Itu cara Pak Mardani memancing kami untuk bereaksi. Menilai atau merendahkan orang lain itu bukan akhlak yang baik," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, saat dimintai tanggapan.


Tonton juga video: 'Soal Pengganti Sandi, Anies Pilih Aher, M Taufik, atau Mardani?'

[Gambas:Video 20detik]


(idn/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed