DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 21:50 WIB

TGB: Penanganan Gempa Lombok Berskala Nasional dan All-Out

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
TGB: Penanganan Gempa Lombok Berskala Nasional dan All-Out Gubernur NTB Tuan Guru Bajang saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau situasi pascagempa 7 SR di NTB. (Foto: Instagram/Adita Irawati)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Mataram - Sejumlah kalangan mendesak pemerintah menetapkan gempa di Lombok sebagai bencana nasional. Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan penanganan gempa sudah berskala nasional.

"Sebaiknya semua bersabar. Kami selalu mengutamakan penanganan terhadap korban bencana. Potensi nasional masih mampu mengatasi penanganan darurat, bahkan sampai rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana nanti. Penanganan bencana saat ini skalanya sudah nasional dan all-out," ujar TGB dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (20/8/2018).


TGB berharap warga tidak larut dalam kesedihan akibat gempa yang terjadi di NTB. TGB menegaskan pemerintah dan instansi terkait terus berkoordinasi dalam melakukan penanganan pascagempa.

"Selama ini, kami di daerah bersama BNPB, Basarnas, dan TNI juga Polri terus berkoordinasi dan memobilisasi banyak personel dan alat-alat berat yang dibantu dari pusat untuk membantu pemulihan dan merehabilitasi sarana yang terdampak gempa," jelas TGB.


Ia menambahkan, pemerintah pusat terus mendampingi dalam penanganan musibah. Begitu juga pemprov hingga pemkot/pemkab di NTB yang memberikan bantuan anggaran, pengerahan personel, bantuan logistik dan peralatan, manajerial, dan tertib administrasi.

"Lombok dan Sumbawa ini cukup luas, tidak semua daerah terpapar gempa, khususnya daerah-daerah wisata seperti KEK Mandalika, Senggigi, dan Pulau Moyo dan lainnya masih dapat dikunjungi wisatawan. Apabila gempa Lombok ini dinyatakan sebagai bencana nasional, Pulau Lombok dan Sumbawa akan 'mati' dan pemulihannya akan lama. Padahal sektor pariwisata adalah salah satu andalan pertumbuhan ekonomi NTB selain pertanian," tambah TGB.

Sebelumnya, NTB dilanda gempa besar berkekuatan 7 SR pada Minggu (5/8) dan 6,9 SR dua minggu setelahnya (19/8). Akibat gempa 6,9 SR, 10 orang tewas dan 24 orang luka-luka.


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban itu didasarkan pada data yang dihimpun posko BNPB hingga pukul 10.45 WIB. Selain itu, enam unit fasilitas ibadah rusak dan 151 rumah rusak dengan perincian 7 rusak berat, 5 rusak sedang, dan 139 rusak ringan.

"Ke-10 orang meninggal dunia akibat gempa 6,9 SR berasal dari Kabupaten Lombok Timur 4 orang, Sumbawa Besar 5 orang, dan Sumbawa Barat 1 orang," kata Sutopo dalam keterangannya, Senin (20/8).
(dkp/jbr)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed