Jokowi: Anak Muda Jangan Malas dan Senang yang Instan!

Ray Jordan - detikNews
Senin, 20 Agu 2018 18:18 WIB
Jokowi berbicara di depan anggota Paskibraka. (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara tentang potensi anak muda untuk pembangunan Indonesia ke depan. Dia menegaskan anak muda tidak boleh bermalas-malasan dan mengharapkan sesuatu secara instan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat mengundang para anggota Paskibraka, orkestra Gita Bahana Nusantara, dan sejumlah tokoh teladan nasional dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/8/2018). Jokowi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas peran mereka dalam perayaan HUT ke-73 RI.

"Alhamdulillah, kemarin perayaan 73 tahun Indonesia sudah berjalan baik dan lancar. Saya sangat bangga dan pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan terima kasih kepada yang ada di sini, karena saya tahu Saudara-saudara sudah bekerja keras sepenuh hati memeriahkan kemerdekaan Indonesia ke-73," kata Jokowi.


Jokowi mengingatkan soal besarnya negara Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 260 juta jiwa. Sebagai negara yang besar, kata Jokowi, Indonesia memiliki berbagai tantangan.

"Tantangan yang ada terhadap negara kita ini juga besar pula. Dalam kita meraih cita-cita kemerdekaan, yaitu masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, bukan sesuatu yang mudah juga, penuh tantangan dalam kita mencapai cita-cita itu untuk berdiri sama dengan negara-negara maju. Tapi saya memiliki optimisme dan para teladan yang ada di sini dengan para anggota Paskibraka yang ada di sini, saya optimistis negara ini memiliki masa depan yang baik," kata Jokowi.

Namun, kata Jokowi, masa depan yang baik itu harus dicapai dengan kerja keras. Dia mengingatkan anak muda harus mau bekerja keras dan jangan berharap pada sesuatu secara instan.

"Kita harus kerja keras, mau kerja keras. Saya sampaikan, yang muda-muda jangan bermalas-malasan, jangan senang yang instan, tidak ada sesuatu yang instan, semua melalui proses, baik panjang, pendek, semua. Negara juga tidak ada yang tahu-tahu loncat jadi negara maju, pasti ada tahapannya, jadi negara miskin, berkembang, jadi maju," jelas Jokowi.


Jokowi juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar menyadari perubahan yang terjadi secara global. Perubahan itu harus diikuti dengan kerja keras untuk mencapai kesuksesan.

"Kalau tidak bisa mengikuti perubahan-perubahan yang ada yang sangat cepatnya, apalagi kita tidak mau bekerja keras, ya bisa kita ditinggal negara-negara lain. Karena kompetisi semakin sangat berat, persaingan semakin tidak ringan. Tapi, dengan semangat pantang menyerah, maju tak gentar, kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju," kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan jangan sampai generasi muda menjadi kaum yang pesimistis. Jika tidak mau bekerja keras, Indonesia akan tertinggal dari negara lain.

"Kita jangan pesimistis, tapi harus optimistis karena negara-negara lain tidak punya. Tapi, kalau tidak kerja keras dari semuanya, mohon maaf, ditinggal betul kita. Urusan investasi, ekspor, kita ditinggal tetangga-tetangga kita, Filipina, Malaysia, Thailand, sudah ninggalin kita. Vietnam baru saja meninggalkan kita. Hati-hati, kalau kita tidak mau bekerja keras, bisa negara seperti Laos dan Kamboja meninggalkan kita. Ini yang perlu saya ingatkan kepada Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian agar kita menyadari betul kompetisi dan persaingan ada di depan mata kita," jelasnya. (jor/tor)