4 Sungai Tercemar Berat, Riau Terancam Krisis Air Bersih
Sabtu, 06 Agu 2005 16:08 WIB
Pekanbaru - Provinsi Riau memiliki empat Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yakni Sungai Rokan, Kampar, Indragiri dan Siak yang sekaligus sebagai kantong-kantong penduduk miskin. Keempat DAS tersebut kini tercemar berat akibat penggundulan hutan dan tempat pembuangan limbah industri serta rumah tangga. Riau terancam krisis air bersih, sarang penyakit, dan tidak tertutup kemungkinan adanya longsor."Tingkat kerusakan yang dialami keempat DAS sudah cukup parah," kata Gubernur Riau Rusli Zainal dalam seminar bertema Penyelamat DAS Siak di Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro, Pekanbaru,Sabtu (06/08/2005). Kerusakan sungai dipicu oleh penggundulan hutan dan alih fungsi lahan yang semula berupa hutan primer menjadi areal tanaman monokultur. Selain itu, kegiatan industri di sepanjang sungai juga turut memberikan andil dalam kerusakan sungai tersebut.Dampaknya adalah munculnya berbagai penyakit dan krisis air bersih. Krisis air bersih berkepanjangan diperkirakan akan menimpa wilayah ini dalam 10 sampai 15 tahun ke depan. Hal ini ditandai dengan tidak terpenuhinya lagi kebutuhan air bersih di wilayah pesisir Riau. "Karena itu semua pihak perlu memperhatikan kelestarian DAS di Riau," tandas Rusli.Khusus untuk DAS Siak, kata Rusli, sungai tersebut paling ramai dimanfaatkan untuk sarana transportasi di Riau. Sepanjang tahun 2004 saja, kunjungan kapal di dermaga sepanjang Sungai Siak sebanyak 10.450 kapal. Di DAS Siak ini juga, lanjut Rusli, terdapat 47 kegiatan pabrik dan penambangan minyak bumi dalam skala besar. "Akibat gelombang kapal-kapal tersebut, terjadi erosi di Sungai Siak 2 cm per hari," ujarnya.DAS Siak masih harus menanggung akibat pembuangan limbah rumah tangga. Dengan panjang mencapai 573 km dan melintasi empat kabupaten, DAS Siak dihuni sekitar 1,5 juta penduduk. "Kualitas air menjadi rendah akibat buangan limbah cair, deforestasi, residu pestisda dan pupuk dari aktivitas perkebunan turut andil mencemari kawasan sungai," jelas Rusli.Untuk itu, saran Rusli, untuk melestarikan DAS di Riau perlu dipikirkan untuk membentuk Badan Otorita Sungai Siak. Di samping itu, yang paling penting adalah adanya komitmen bersama untuk menyelamatkan dan melestarikan DAS Siak."Pemerintah Riau terus membangun komitmen dari seluruh stake holder di seluruh DAS Siak. Hal itu supaya kebijakan yang diambil oleh para stake holder bisa saling menguntungkan," katanya.
(atq/)











































