Salam Jokowi untuk Zulkifli Hasan

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 17 Agu 2018 11:29 WIB
Zulkifli Hasan saat hendak mengikuti upacara di Istana. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Wiidodo bersalaman dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan seusai Upacara Peringatan HUT Ke-73 RI di Istana Merdeka. Salam Jokowi ini cukup membuat kesan sendiri setelah Zulkifli memberi kritik tajam kemarin terhadap pemerintah.

Seusai upacara bendera di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (17/8/2018), Jokowi dan sang istri, Iriana, tampak menghampiri para tamu undangan yang berada satu podium dengannya. Wapres Jusuf Kalla ikut mendampingi.

Jokowi menghampiri presiden dan wapres terdahulu yang berada di sisi kanan. Mereka adalah Megawati Soekarnoputri, BJ Habibie, Try Sutrisno, dan Boediono.


Kemudian Jokowi menghampiri para kepala lembaga. Awalnya dia memberi salam kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang saat peringatan detik-detik proklamasi didapuk sebagai pembaca teks proklamasi.

Jokowi lalu bersalaman dengan Zulkifli dan langsung menuju Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO), yang ada di sampingnya. Saat bersalaman dengan OSO, Jokowi mengajaknya mengobrol. Zulkifli tampak masih berdiri di sampingnya untuk mengikuti jalannya pembicaraan.

Tampaknya Jokowi berbincang soal baju adat yang dipakai OSO. Jokowi bahkan sempat memegang aksesori yang tersemat di baju adat Ketum Hanura itu.

Setelah itu, Jokowi kembali menyapa sejumlah tamu undangan lainnya. Seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, dan sejumlah menteri lainnya.


Di podium tersebut juga tampak keluarga para mantan presiden dan wapres terdahulu. Salah satunya putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.

Seperti diketahui, Zulkifli Hasan melempar kritik kepada pemerintahan Jokowi saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Kamis (16/9). Dia mengkritik sejumlah hal, termasuk soal utang negara. Pidato itu disampaikan di hadapan Jokowi langsung.

"Yang perlu dicermati adalah jumlah beban utang pemerintah yang mencapai tidak kurang dari Rp 400 triliun pada 2018. Jumlah ini setara dengan tujuh kali dana yang diberikan ke desa-desa atau enam kali dari anggaran kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Ini sudah di luar kewajaran dan kemampuan negara untuk membayar," ungkap Zulkifli.

Salam Jokowi untuk Zulkifli HasanPresiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2018. (Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan)

Kritik Ketum PAN itu menuai pro dan kontra. Ada yang menilai pidato tersebut bermuatan politis, mengingat saat ini PAN berkoalisi dengan rival Jokowi di Pilpres 2019, yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Jadi Pak Zulkifli seharusnya sadar bahwa dia pidato sebagai Ketua MPR, bukan Ketum PAN, yang sudah mendukung kubu lain, sehingga dia terlihat sangat bersemangat mengkritik Jokowi. Ini malah dijadikan forum partisan. Jelas Ketua MPR kali ini bukan seorang negarawan," ujar anggota Fraksi PDIP Charles Honoris.


Tonton juga video: 'Mahfud MD Buka-bukaan, Zulhas: Kubu Sebelah Banyak Intriknya'

[Gambas:Video 20detik]

(elz/bpn)