Akbar Pasrah Jika SMU-SMU Tak Penuhi Imbauannya

Akbar Pasrah Jika SMU-SMU Tak Penuhi Imbauannya

- detikNews
Sabtu, 06 Agu 2005 06:19 WIB
Jakarta - Akbar Tandjung merasa keberatan dengan terbitnya buku pendidikan kewarganegaraan SMU yang tidak mencantumkan kasusnya secara proporsional. Namun ia mengaku pasrah jika imbauannya agar buku-buku itu ditarik, tidak dipenuhi oleh SMU-SMU."Saya tidak memaksa, hanya memohon perhatian agar sekolah bisa mempertimbangkan. Itu kan hanya imbauan saja dan saya memang tidak bisa berbuat apa saja," ujar Akbar saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/8/2005).Pernyataan Akbar dilontarkan terkait penolakan dari SMUN 70 Jakarta, yang akan tetap menggunakan buku kewarganegaraan terbitan PT Erlangga keluaran terbaru itu. Tapi, Akbar menegaskan tetap akan mengajukan proses hukum terhadap pengarang dan penerbit buku tersebut."Sebenarnya kami sudah melakukan pendekatan secara personal, bahkan istri saya sudah berkomunikasi dengan penulis. Tapi ternyata justru dia yang tidak ada kehendak berkomunikasi. Jadi kita tinggal mengikuti proses hukumnya saja, biar mekanisme hukum yang menyelesaikan masalah ini," tukasnya.Akbar mengaku keberatan terhadap isi buku itu yang hanya mencantumkan satu pendapat Hakim Agung Abdul Rahman Saleh, yang memberikan dissenting opinion dalam kasus bulog gate yang menyeret mantan ketua DPR ini."Seharusnya semua pendapat dicantumkan sehingga informasinya berimbang. Biarlah anak didik yang menilai," tandas mantan Ketua Umum Golkar itu. (fab/)


Berita Terkait