Momen Mahfud Md Dibatalkan Jokowi di Last Minute

Ferdinan - detikNews
Rabu, 15 Agu 2018 12:52 WIB
Poster digital Jokowi-Mahfud MD yang beredar menjelang deklarasi yang batal. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Batal jadi cawapres Jokowi sangatlah dramatis bagi Mahfud Md. Apalagi sudah ada rencana detail soal pendaftaran ke KPU, yang akhirnya dibatalkan di last minute.

Mahfud mendapat kabar dirinya bakal jadi cawapres Jokowi sejak Rabu, 1 Agustus 2018, atau 9 hari sebelum pendaftaran capres-cawapres ditutup. Bukan sembarangan orang yang menyampaikan, yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan eks Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Mahfud bahkan sudah diminta melengkapi syarat-syarat yang diperlukan, plus komunikasi dengan PKB.

Genap sepekan kemudian pada Rabu, 8 Agustus 2018, Mahfud kembali diundang oleh dua orang Istana itu, bahkan sudah ada kata-kata 'besok akan diumumkan'. Tak cuma itu, bahkan sudah sangat detail soal Jokowi-Mahfud bakal berboncengan ke lokasi deklarasi.


Deklarasi Jokowi-Mahfud rencananya bakal digelar Kamis, 9 Agustus 2018, di Plataran Menteng, Jakarta. Kamis, 9 Agustus pagi, Seskab Pramono Anung meminta CV melengkapi form pengajuan capres-cawapres, plus meminta Mahfud mengukur baju.

Dari rentetan peristiwa di atas, seolah sudah hampir pasti Mahfud Md jadi cawapres Jokowi. Namun, di last minute, jalan nasibnya berbelok. Karena pergolakan politik di Plataran Menteng, Mahfud Md pulang bukan sebagai cawapres.

"Itu yang terjadi. Nah kemudian ya yang terjadi akhirnya diumumkan Kiai Ma'ruf Amin, kenapa itu berubah sudah ada analis di depan bukan saya. Lalu saya diburu wartawan gimana, Pak, ya nggak apa-apa saya bilang saya menerima sebagai realitas politik begitu," kata Mahfud mengungkap detik-detik dirinya batal jadi cawapres Jokowi, dalam program Indonesia Lawyers Club tVOne, Selasa (15/8/2018) malam.


Bukan Jokowi yang memberi tahu Mahfud soal batalnya dirinya jadi cawapres, lagi-lagi Pratikno yang memberi tahu perihal perubahan rencana yang mengejutkan itu.

"Pak Pratikno memberi tahu Pak ini ada perubahan coba kembali ke posisi semula dulu saya terus pulang. Habis itu diumumkan lalu saya diburu wartawan ya nggak apa-apa saya bilang, Bapak nggak kecewa? Nggak. Kaget saja gitu karena di dalam politik sering begitu berubah tiba-tiba," kata Mahfud.

"(Ada yang bertanya) Bapak sakit hati nggak? Nggak saya bilang. Kenapa? Karena keperluan negara ini jauh lebih penting dari sekadar nama Mahfud Md nama Ma'ruf Amin dan sebagainya . Jauh lebih penting dan saya sungguh sungguh mengatakan itu," katanya.

Mahfud mengaku menerima keputusan itu dengan legawa, namun ia menyayangkan pernyataan Ketum PPP M Romahurmuziy yang menurutnya terlalu. "Dia bilang loh Pak Mahfud itu kan maunya sendiri, bikin baju sendiri, siapa yang suruh. Saya agak tersinggung padahal Rommy yang justru sehari sebelumnya yang memberitahu saya sudah final," ungkap Mahfud.

Kemudian penjelasan yang ditunggu akhirnya datang. Jokowi memanggil Mahfud memberikan penjelasan bagaimana kondisinya serba sulit.

"Clear Pak Jokowi mengatakan sampai sore kemarin saya sudah perintahkan mengerucut satu nama Pak Mahfud tapi sore partai datang mengajukan calon sendiri yang berbeda. Saya katakan bapak tidak salah, kalau saya jadi Pak Jokowi saya akan melakukan hal yang sama. Oleh sebab itu, Bapak tidak usah merasa bersalah, saya terima dengan ikhlas," pungkasnya.




Tonton juga 'Boncengan Naik Trail, Jokowi dan TGB Tinjau Gempa Lombok':

[Gambas:Video 20detik]

(van/tor)