DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 18:03 WIB

Warga di Rinjani Terisolasi, TNI akan Kirim Logistik Lewat Udara

Audrey Santoso - detikNews
Warga di Rinjani Terisolasi, TNI akan Kirim Logistik Lewat Udara Pengiriman bantuan kepada korban yang berada di bukit-bukit di Lombok Utara dilakukan menggunakan helikopter Penerbad TNI AD karena akses yang tertutup (Foto: Twitter @Sutopo_PN)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Lombok Utara - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berencana menyalurkan logistik untuk korban gempa Lombok di daerah Gunung Rinjani dengan helikopter. Hadi menuturkan pengiriman logistik via udara adalah pilihan paling tepat karena akses ke area puncak sulit dilalui.

"Presiden sudah memerintahkan kepada saya untuk segera membantu para penduduk yang masih ada di ketinggian karena infrastruktur ke sana, jalan sangat susah. Sehingga yang paling tepat adalah kita menggunakan helikopter," kata Hadi di Lapangan GOR Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/8/2018).


"(Faktor desa terisolasi) yang jelas hanya masalah infrastruktur saja, karena sepeda pun nggak mampu masuk ke sana. Sehingga hanya heli yang mampu masuk ke sana," imbuh Hadi.

Hadi menjelaskan helikopter TNI akan terbang ke desa-desa terisolasi di area puncak Gunung Rinjani. Personel TNI akan mengambil data korban gempa dan mengirimkan makanan serta obat-obatan.


"Hari ini Dansatgas (Komandan Satuan Tugas) sudah merencanakan untuk mengirim helikopter untuk mendata dan memberikan bantuan makanan maupun obat-obatan karena Dansatgas juga sudah punya data wilayah-wilayah mana saja yang belum tersentuh," ujar Hadi.

"Menurut data, warga terisolir ada di beberapa tempat, hanya di dekat perbukitan, khususnya di wilayah utara. Semuanya sudah ter-detect oleh Dansatgas. Tinggal kita menuju ke sana," sambung Hadi.


Hadi menerangkan ada dua teknik penyaluran bantuan yang menjadi pilihan saat ini, yaitu dengan cara melempar logistik yang sudah dikemas dalam karung dari ketinggian ke daerah yang terisolasi atau mengikat logistik yang akan disalurkan pada tali.

"Ada kemungkinan teknik yang digunakan dengan helikopter, dia bisa hoper, dicari agak dekat kemudian memberikan bantuan dengan dilempar. Tapi dilempar menggunakan satu karung, kalau tidak dia akan terbang," terang Hadi.


"Atau kedua menggunakan sling, (bantuan logistik) dengan jaring akan dikirim ke sana. Tinggal yang di bawah akan terima. Dua teknik itu yang akan dihitung untung ruginya," lanjut Hadi.

Hadi menambahkan, menurutnya, teknik paling efektif adalah dengan hoper. "Kalau sling, mulai dari tempat pemberangkatan sampai ke sana akan terus menggantung. Kalau dengan hoper, itu mungkin jauh lebih efektif," tuturnya.
(aud/jbr)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed