DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 13:00 WIB

Dilema Yusril: Jokowi Pilih Ulama, Prabowo Malah Pilih Pengusaha

Danu Damarjati - detikNews
Dilema Yusril: Jokowi Pilih Ulama, Prabowo Malah Pilih Pengusaha Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membandingkan pilihan politik kedua capres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Prabowo yang direkomendasikan memilih cawapres kalangan ulama, justru tak memilih ulama.

"Itulah yang menjadi dilema dan mengapa sebabnya kami sementara ini menempatkan diri berada di tengah. Jokowi yang tidak dikomando ulama manapun memutuskan memilih ulama sebagai pendampingnya. Sementara Prabowo yang dikomando ulama untuk memilih ulama, malah memilih pengusaha," tutur Yusril kepada detikcom, Selasa (14/8/2018).


Sebelumnya, Yusril memang hadir dalam Ijtimak Ulama di Hotel Peninsula, Jakarta Barat 27 Juli 2018. Ijtimak Ulama menghasilkan rekomendasi cawapres untuk Prabowo, yakni politikus senior PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad. Namun Prabowo tak memilih salah satunya melainkan memilih Sandiaga Uno, politisi asal Partai Gerindra berlatar belakang pengusaha. Sedangkan Jokowi justru memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. Ma'ruf adalah Ketua Umum MUI sekaligus Rais Aam PBNU.

Kini usai Prabowo memilih Sandiaga sebagai cawapresnya, GNPF Ulama akan menggelar Ijtimak Ulama II. Di lain pihak, Yusril mendapat informasi, Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Baik Ijtimak Ulama II maupun Munaslub NU belum digelar dan sikap resmi dari dua kelompok Islam itu belumlah ada.


"Saya berharap Ijtima' Ulama II dapat mengambil putusan yang bijak. Konsistensi putusan sebelumnya perlu dijaga, agar kewibawaan ulama tetap terpilihara. Di lain pihak, ke arah mana putusan Munaslub NU dan pandangan para ulamanya patut pula diperhatikan. Bagaimanapun jumlah ulama yang bernaung di bawah NU jumlahnya sangat besar dan sangat mengakar di hati umat. Jangan sampai dua kelompok ulama berbeda pandangan. Hal itu tidak baik bagi umat, bangsa dan negara. PBB pasti sangat mempertimbangkan putusan dan fatwa para ulama," tutur Yusril.

Yusril menyatakan PBB masih netral dalam hal dukungan di Pilpres 2019. Dia tak ingin dipersepsikan mendukung Prabowo hanya karena tak mendukung Jokowi, tak pula ingin dipersepsikan mendukung Jokowi hanya karena tak mendukung Prabowo. Daripada berkonsentrasi untuk Pilpres 2019, PBB lebih memusatkan perhatian ke usaha membawa PBB ke DPR dan berusaha berbicara lebih banyak di Pilpres 2024 kelak.


"Dalam menghadapi Pilpres sekarang ini, PBB sementara ini menempatkan diri berada di tengah. Belum memutuskan akan mendukung siapa di antara dua paslon ini. Semua ini masih dalam proses. Tiba saatnya nanti kami akan memilih apa yang kami anggap baik bagi kami, bagi umat, bangsa, dan negara," tandas Yusril.


Simak Juga 'Kelakar Yusril: Kita Nyungsep di PTUN Gara-gara Ejek Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed